By : Triono Akhmad Munib
This is the time. This is the moment. Concern for the leaders,its time to go
Itulah sekilas peringatan buat para pemimpin yang selama ini otoriter dan represif kepada rakyatnya.
“Ia menjabat terlalu lama, dan saatnya kini mereka pergi”
Itulah tutur seorang demonstran yang menuntut mundurnya Mubarak di Lapangan Tahrir beberapa waktu lalu. Revolusi yang terjadi di Timur Tengah di mulai dari Tunisia hingga Mesir bukanlah tanpa sebab. Selain para demonstran merasa rezim pemerintahan tak kunjung membawa kemakmuran. Salah satu sebab lain adalah jabatan yang terlalu lama telah memperkaya Presiden dan kolega-koleganya. Negara semakin terperangkap dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun, rakyat tetap hidup sengsara dan tak pasti. Belum lagi, menghadapi tindakan pemerintah yang represif dan anti-oposisi. Bagaimana kita bisa mengkritik, memberikan masukan jika pemerintah menangkapi mereka yang ‘vokal’ kepada pemerintah?.
Dengan dibantu dunia teknologi informasi rakyat mulai menyebarkan nilai-nilai demokrasi secara diam-diam. Membuka pemikiran akan kebebasan. Mulai menggalang dukungan masyarakat luas. Membentuk sebuah komunitas yang dimulai dari dunia maya. Dan itulah yang dilakukan masyarakat Mesir hingga Tunisia yang berhasil menggulingkan rezim Ben Ali maupun Husni Mubarak. Arus pergerakan informasi yang begitu cepat membuat fenomena di sebuah negara sedikit banyak mempengaruhi negara lain. Keberhasilan revolusi Tunisia hingga Mesir membuat negara-negara disekitarnya ikut-ikutan. Bahrain, Yaman, Libya. Bahkan, sempat membuat negara yang notabene jauh dari Timur Tengah kebakaran jenggot. China dan Korea Utara dikabarkan memblokir situs-situs mesin pencari yang memuat berita tentang gejolak politik Timur Tengah. Akankah ini akhir dari status-quo kepemimpinan represif?
Saatnya Usai
Derasnya informasi yang mengalir membuat masyarakat semakin sadar akan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Rakyat sadar selama ini hidup mereka hidup di bawah rezim otoriter. Rezim yang sangat represif kepada mereka. Rezim yang dikekang dalam berbagai hal. Rezim yang memperkaya pemimpin dan memelaratkan rakyat. Sudah saatnya mereka, para pemimpin turun. Sudah saatnya rakyat yang bersuara dan berdaulat.
Genderang demokrasi telah ditabuh. Dimulai dari Tunisia Mesir hingga Libya. Akankah revolusi itu terus meluas tidak hanya di Timur Tengah?. Bak air yang mengalir, ia akan terus berjalan mengalir ke segala arah. Tinggal bagaimana kita mensiasati untuk menghentikannya. China, Korea Utara, dan segenap pemimpin otoriter segeralah bertindak jika tidak ingin menyusul Mesir dengan Mubarak-nya dan mungkin Libya dengan Khadafi-nya. Ini pekerjaan rumah yang besar bagi negara-negara represif. Yang pasti genderang demokrasi itu telah ditabuh dan mulai berjalan.
Monday, 28 February 2011
Sunday, 27 February 2011
International System, Is That Fact?
By : Triono Akhmad Munib
Jika kita membahas tentang sistem internasional pastilah tak bisa lepas dari sejarah terbentuknya negara-bangsa dan Perjanjian Westphalia 1648. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Westphalia sehingga implementasinya adalah terbentuknya sebuah kedaulatan yang bernama ‘negara’, secara bersamaan tercipta pula sebuah sistem internasional. Perjanjian Westphalia bisa dikatakan akhir dari era kerajaan di Eropa. Sistem internasional berangkat dari unit analisa state. Sistem internasional menganut dua aturan kesepatakan yang mendasar, yaitu :
1.Pengakuan kedaulatan atas suatu negara oleh negara-negara lain. Suatu negara, baru dapat masuk dalam pergaulan sistem internasional apabila telah diakui sebagai negara-bangsa (nation-state)
2.Kekuasaan negara terlepas dari kekuasaan (kerajaan) agama (gereja) atau negara sekuler.
Dari pemahaman di atas dapat diartikan bahwa sistem internasional adalah sebuah pola, interaksi, tingkah laku antar negara yang saling pengaruh dan mempengaruhi. Namun, satu hal yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini adalah seperti apa sistem internasional itu?. Bahkan, banyak kaum yang skeptis akan sebuah sistem internasional. Benarkah sistem internasional itu tebentuk secara alami atau memang sengaja dibentuk?
Sebuah Bentukan
Jika berangkat dari pertanyaan skeptis di atas, maka sistem internasional dapat kita katakan sebagai perangkat hubungan internasional yang telah sengaja diatur, dibuat sedemikian rupa sesuai dengan situasi dan kondisi
Penulis menyakini bahwa sistem internasional itu terbentuk dan dibentuk oleh kekuatan yang dimiliki oleh segelintir negara yang berada jauh posisi di atas negara-negara yang lain. Pola interaksi antar negara diatur oleh sistem internasional yang mengacu kepada kepentingan satu negara. Setiap negara cenderung bergantung kepada instruksi yang diberikan oleh negara pemimpin tersebut. Sehingga di sini, yang akan tampak bahwa sistem internasional bukan lagi sesuatu yang egaliter. Namun, lebih ke arah seorang pemimpin (negara-negara kuat dan hegemmon) kepada bawahannya (negara-negara lemah).
Perkembangan sistem internasional ini pun tak lepas dari sejarah Perang Dingin. Di mana tampak bahwa dunia ini dipegang oleh dua kekuatan dunia yaitu AS dan Uni Soviet dalam berbagai bidang (militer, teknologi, pendidikan, dsb). Dan AS sebagai pemenang Perang Dingin seakan-akan dia sendiri yang merumuskan peraturan-peraturan internasional karena memang merasa musuh tandingannya sudah tidak ada. Namun pada nyatanya, memang subjektivitas hegemoni yang dikuasai oleh negara seperti Amerika Serikat, baik secara sadar ataupun tidak, telah banyak melancarkan pengaruhnya.
Kekuatan hegemoni yang dimiliki oleh Amerika Serikat itu sendiri bukan karena suatu ketidaksengajaan, melainkan karena standar kapabilitas yang dimiliki oleh Amerika Serikat berada pada posisi yang tinggi. Kapabilitas tersebut melingkupi beragam aspek seperti ekonomi, politik, militer, pendidikan, teknologi dan yang lainnya. Hegemoni tersebut mengkonfigurasi lalu lintas internasional, sehingga hampir seluruh kekuasaan terkonsentrasi pada satu polar; yaitu Amerika Serikat. Walaupun hegemoni mampu mengontrol efek dari suatu peperangan, namun di sisi lain hegemoni menciptakan peperangan yang baru. Sehingga teori yang mengatakan bahwa stabilitas internasional berakar dari hegemoni unipolaritas, dapat saja terbantahkan dengan realitas baru yang dewasa ini dengan amat kontras dapat kita saksikan.
Sistem internasional tampak dibentuk oleh AS dan ini memang benar adanya dan fakta. Pembahasan sistem internasional ini juga memunculkan pertanyaan baru., jika begitu adakah sebuah konsep masyarakat internasional?
Siapa Masyarakat Internasional?
Masyarakat internasional bisa dipahami sebagai kumpulan masyarakat sebuah negara yang berinteraksi satu sama lain melewati batas kedaulatan. Dari pengertian ini tampak bahwa setiap masyarakat yang hidup dan tinggal disebuah negara kemudian melakukan hubungan dengan negara lain. Mereka bisa masuk ke dalam sebuah masyarakat internasional. Namun, masih berkaitan dengan pembahasan sebelumnya. Jika ada kecurigaan sistem internasional itu sebuah bentukan negara-negara kuat. Adakah kemungkinan konsep masyarakat internasional itu berubah?
Menurut penulis di sini, tidak ada perubahan terkait konsep masyarakat internasional. Jika sebagian menyakini ada sebuah perubahan tentang konsep masyarakat internasional karena efek dari penguasaan sistem internasional oleh negara-negara kuat. Dapat diartikan bahwa mereka adalah masyarakat internasional sejauh mereka hidup dan tinggal di negara-negara kuat yang mengatur jalannya sistem internasional
Namun, dalam hal ini tidak demikian. Entitas masyarakat internasional melekat pada setiap individu bersamaan terbentuknya sebuah negara terlepas dari sistem internasional yang hegemon. Sejauh mereka hidup di dalam entitas yang bernama ‘negara’ dan melakukan interaksi dengan individu lain di luar negaranya mereka adalah masyarakat internasional
Masyarakat internasional hidup ketika sekelompok negara, sadar tentang kepentingan dan nilai bersama tertentu, membentuk masyarakat dalam hal mereka memandang dirinya terikat oleh seperangkat tujuan bersama dalam hubungannya satu sama lain dan berbagi dalam menjalankan institusi bersama (Bull, 1995 : 9-13)
Ketika individu di dunia merasa bahwa bumi ini semakin tidak ‘nyaman’ akibat pemanasan global oleh korporasi-korporasi besar yang semakin rakus dan tamak. Ada sebuah nilai universal yang menyatukan mereka, yaitu ingin menjaga kestabilan dan keharmonisan alam. Secara tidak sadar mereka bersatu menyuarakan saran dan kritikannya melalui lembaga social. Secara bersamaan akan menjadi sebuah isu global mengenai lingkungan. Inilah masyarakat internasional, dan sebuah nilai universal telah membentuk dan menyatukan mereka
Jika kita membahas tentang sistem internasional pastilah tak bisa lepas dari sejarah terbentuknya negara-bangsa dan Perjanjian Westphalia 1648. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Westphalia sehingga implementasinya adalah terbentuknya sebuah kedaulatan yang bernama ‘negara’, secara bersamaan tercipta pula sebuah sistem internasional. Perjanjian Westphalia bisa dikatakan akhir dari era kerajaan di Eropa. Sistem internasional berangkat dari unit analisa state. Sistem internasional menganut dua aturan kesepatakan yang mendasar, yaitu :
1.Pengakuan kedaulatan atas suatu negara oleh negara-negara lain. Suatu negara, baru dapat masuk dalam pergaulan sistem internasional apabila telah diakui sebagai negara-bangsa (nation-state)
2.Kekuasaan negara terlepas dari kekuasaan (kerajaan) agama (gereja) atau negara sekuler.
Dari pemahaman di atas dapat diartikan bahwa sistem internasional adalah sebuah pola, interaksi, tingkah laku antar negara yang saling pengaruh dan mempengaruhi. Namun, satu hal yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini adalah seperti apa sistem internasional itu?. Bahkan, banyak kaum yang skeptis akan sebuah sistem internasional. Benarkah sistem internasional itu tebentuk secara alami atau memang sengaja dibentuk?
Sebuah Bentukan
Jika berangkat dari pertanyaan skeptis di atas, maka sistem internasional dapat kita katakan sebagai perangkat hubungan internasional yang telah sengaja diatur, dibuat sedemikian rupa sesuai dengan situasi dan kondisi
Penulis menyakini bahwa sistem internasional itu terbentuk dan dibentuk oleh kekuatan yang dimiliki oleh segelintir negara yang berada jauh posisi di atas negara-negara yang lain. Pola interaksi antar negara diatur oleh sistem internasional yang mengacu kepada kepentingan satu negara. Setiap negara cenderung bergantung kepada instruksi yang diberikan oleh negara pemimpin tersebut. Sehingga di sini, yang akan tampak bahwa sistem internasional bukan lagi sesuatu yang egaliter. Namun, lebih ke arah seorang pemimpin (negara-negara kuat dan hegemmon) kepada bawahannya (negara-negara lemah).
Perkembangan sistem internasional ini pun tak lepas dari sejarah Perang Dingin. Di mana tampak bahwa dunia ini dipegang oleh dua kekuatan dunia yaitu AS dan Uni Soviet dalam berbagai bidang (militer, teknologi, pendidikan, dsb). Dan AS sebagai pemenang Perang Dingin seakan-akan dia sendiri yang merumuskan peraturan-peraturan internasional karena memang merasa musuh tandingannya sudah tidak ada. Namun pada nyatanya, memang subjektivitas hegemoni yang dikuasai oleh negara seperti Amerika Serikat, baik secara sadar ataupun tidak, telah banyak melancarkan pengaruhnya.
Kekuatan hegemoni yang dimiliki oleh Amerika Serikat itu sendiri bukan karena suatu ketidaksengajaan, melainkan karena standar kapabilitas yang dimiliki oleh Amerika Serikat berada pada posisi yang tinggi. Kapabilitas tersebut melingkupi beragam aspek seperti ekonomi, politik, militer, pendidikan, teknologi dan yang lainnya. Hegemoni tersebut mengkonfigurasi lalu lintas internasional, sehingga hampir seluruh kekuasaan terkonsentrasi pada satu polar; yaitu Amerika Serikat. Walaupun hegemoni mampu mengontrol efek dari suatu peperangan, namun di sisi lain hegemoni menciptakan peperangan yang baru. Sehingga teori yang mengatakan bahwa stabilitas internasional berakar dari hegemoni unipolaritas, dapat saja terbantahkan dengan realitas baru yang dewasa ini dengan amat kontras dapat kita saksikan.
Sistem internasional tampak dibentuk oleh AS dan ini memang benar adanya dan fakta. Pembahasan sistem internasional ini juga memunculkan pertanyaan baru., jika begitu adakah sebuah konsep masyarakat internasional?
Siapa Masyarakat Internasional?
Masyarakat internasional bisa dipahami sebagai kumpulan masyarakat sebuah negara yang berinteraksi satu sama lain melewati batas kedaulatan. Dari pengertian ini tampak bahwa setiap masyarakat yang hidup dan tinggal disebuah negara kemudian melakukan hubungan dengan negara lain. Mereka bisa masuk ke dalam sebuah masyarakat internasional. Namun, masih berkaitan dengan pembahasan sebelumnya. Jika ada kecurigaan sistem internasional itu sebuah bentukan negara-negara kuat. Adakah kemungkinan konsep masyarakat internasional itu berubah?
Menurut penulis di sini, tidak ada perubahan terkait konsep masyarakat internasional. Jika sebagian menyakini ada sebuah perubahan tentang konsep masyarakat internasional karena efek dari penguasaan sistem internasional oleh negara-negara kuat. Dapat diartikan bahwa mereka adalah masyarakat internasional sejauh mereka hidup dan tinggal di negara-negara kuat yang mengatur jalannya sistem internasional
Namun, dalam hal ini tidak demikian. Entitas masyarakat internasional melekat pada setiap individu bersamaan terbentuknya sebuah negara terlepas dari sistem internasional yang hegemon. Sejauh mereka hidup di dalam entitas yang bernama ‘negara’ dan melakukan interaksi dengan individu lain di luar negaranya mereka adalah masyarakat internasional
Masyarakat internasional hidup ketika sekelompok negara, sadar tentang kepentingan dan nilai bersama tertentu, membentuk masyarakat dalam hal mereka memandang dirinya terikat oleh seperangkat tujuan bersama dalam hubungannya satu sama lain dan berbagi dalam menjalankan institusi bersama (Bull, 1995 : 9-13)
Ketika individu di dunia merasa bahwa bumi ini semakin tidak ‘nyaman’ akibat pemanasan global oleh korporasi-korporasi besar yang semakin rakus dan tamak. Ada sebuah nilai universal yang menyatukan mereka, yaitu ingin menjaga kestabilan dan keharmonisan alam. Secara tidak sadar mereka bersatu menyuarakan saran dan kritikannya melalui lembaga social. Secara bersamaan akan menjadi sebuah isu global mengenai lingkungan. Inilah masyarakat internasional, dan sebuah nilai universal telah membentuk dan menyatukan mereka
Negara : Era dan Pasca Westhpalia
By : Triono Akhmad Munib
Munculnya entitas yang bernama ‘negara’ dewasa ini tak luput dari sejarah awal terbentuknya konsep negara ditandai dengan Perjanjian Westphalia tahun 1648 yang mengakhiri era kekaisaran di Eropa. Kembali kepada topik pembahasan di atas, maka perlu lah kita mengetahui sejarah terbentuknya negara-bangsa.
Era Kekaisaran Eropa
Di Benua Eropa pada abad pertengahan dilanda perang yang hebat, perang ini berlangsung selama kurang lebih tiga puluh tahun (1618-1648). Penyebab perang ini adalah adanya sebuah pertentangan antara kaum Protestan dan kaum Katolik (dimulai oleh Reformasi Protestan sampai pada kontra Reformasi Katolik) dan disamping aspek agama ini juga persaingan dinasti Hapsbruk dan Boubron. Sampai pada akhirnya pada tahun 1648 tercapainya pencanjian Westphalia. Perjanjian ini ditandatangani di westphalen, Jerman.
Pada era kekaisaran di Eropa, Paus dan Kaisar adalah dari hierarki yang paralel dan berhubungan, yaitu agama dan politik[1].Raja dan penguasa lainnya merupakan bawahan dari kekuasaan yang lebih tinggi tersebut dan hukum-hukumnya. Berikut merupakan elemen-elemen penggerak kepentingan kerajaan di masa itu[2]
Penjelasan singkat gambar di atas adalah kekuatan dan kekuasaan pada satu titik Raja dan pemerintahannya. Dan Paus pemimpin keagamaan. Namun, di sini kekuasaan Paus (gereja) jauh lebih besar ketimbang seorang Raja. Segala apapun harus persetujuan oleh Paus. Sistem hubungan internasional menjadi intrik dimana “game” dan “bandar”nya telah diatur dan diperankan oleh gereja. Puncak dari sistem hubungan internasional, yang didominasi peperangan ini, adalah perang 30 tahun antara kerajaan di bawah pengaruh Roma dengan kerajaan yang memperjuangkan gagasan nation-state, dan yang telah memilih menjadi penganut agama Protestan. Inilah yang kemudian menjadi titik tolak para Raja Eropa untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Gereja. Gereja Roma telah gagal dalam usahanya supaya diakui sebagai suatu kekuasaan yang universal, di Eropa. Sementara Inggris, Perancis dan Spanyol telah terlebih dahulu menyatakan sebagai negara-bangsa, selama perang masih berlangsung. Filsuf sekaligus teoritisi spt : Bodin, Grotius, Luther dan Calvin membenarkan negara merdeka yang bersifat sekuler. Dan era negara modern telah di mulai
Perjanjian Westphalia 1648
Para penguas Eropa mencoba membebaskan diri mereka dari kekuasaan religius-politik umat Kristiani yang berlebihan. Perjanjian Westphalia tahun 1648 merupakan akhir dari perang 30 tahun antara kekuasaan Gereja (Paus) dan Raja. Dan merupakan cikal-bakal bagi terbentuknya konsep negara-bangsa
Perjajian Westphalia secara tidak langsung telah membentuk suatu sistem negara-bangsa karena telah mengakui, bahwa kerajaan tidak dapat lagi memaksakan kehendaknya kepada negara-negara bagian atau wilayahnya. Akan tetapi dapat dilakukan apabila daerah-daerah tersebut mau mengakui atau bergabung ke dalam kerajaan-kerajaan tersebut. Bahkan, dalam Perjanjian Westphalia ini pun seorang Paus pun sangat dibatasi kekuasaannya
Perjanjian Westphalia dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah negara modern. Sebabnya adalah :
1. Selain mengakhiri perang 30 tahun, Perjanjian Westphalia telah meneguhkan perubahan dalam peta bumi politik yang telah terjadi karena perang itu di Eropa .
2. Perjanjian perdamaian mengakhiri untuk selama-lamanya usaha Kaisar Romawi yang suci
3. Hubungan antara negara-negara dilepaskan dari persoalan hubungan kegerejaan dan didasarkan atas kepentingan nasional negara itu masing-masing
Menurut Suwardi Wiriaymadja, Perjanjian Westphalia dapat dikatakan telah mengesahkan suatu sistem negara-bangsa karena telah mengakui bahwa empire (negara) tidak dapat lagi memaksa kesetiaan dari negara-negara bagian-nya, dan bahwa Paus tidak dapat melaksanakan kekuasaanya dimana-mana, meskipun dalam soal-soal spirituil.
Perjanjian Westphalia meletakan dasar bagi susunan masyarakat Internasional yang baru, baik mengenai bentuknya yaitu didasarkan atas negara-negara nasional (tidak lagi didasarkan atas kerajaan-kerajaan) maupun mengenai hakekat negara itu dan pemerintahannya yakni pemisahan kekuasaan negara dan pemerintahan dari pengaruh gereja
Negara Modern
Konsep negara modern saat ini memang merupakan buah hasil dari Perjanjian Westphalia 1648. Pada masa inilah terbentuknya sebuah konsep negara yang berdaulat dan identitas sebuah bangsa didalamnya. Perubahan politik apa yang pada dasarnya terjadi dari masa pertengahan hingga ke masa modern?, Jawaban singkatnya adalah pada akhirnya ia mengkonsolidasikan aturan nilai-nilai tersebut dalam kerangka sosial yang merdeka dan bersatu, yaitu negara yang berdaulat[3].
Perjanjian Westphalia telah memberikan sebuah pondasi dasar bagi konsep negara modern khususnya mengenai negara sekuler. Mengakui kedaulatan wilayah lain dan tidak lagi memaksakan kehendak wilayah lain. Perjanjian Westphalia mencoba mengkonsolidasikan aturan yang lebih jelas dan membatasi adanya kekuasaan yang berlebihan kepada penguasa. Jika dalam era modern saat ini, bisa dikatakan hamper mirip dengan sistem demokrasi. Dengan adanya Perjanjian Westphalia, batas yang mencakup kedaulatan wilayah menjadi semakin jelas. Sehingga meminimalisasi pencaplokan wilayah. Implementasinya adalah negara-negara modern saat ini memiliki batas-batas wilayah yang nyata dan jelas.
Perjanjian Westphalia telah membuat banyak perubahan dalam bentuk negara modren ini meliputi :
1. Tumbuhnya reperesentative goverment
2. Terjadi revolusi industri.
3. Perkembangan hukum internasioanal
4. Perkembangan metode-metode dan teknik diplomasi
5. Dalam bidang ekonomi antar negara bangsa terjadi saling ketergantungan.
6. Timbulnya prosedur-prosedur untuk menyelesaikan konflik secara damai
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep kekuasaan, kedaulatan pada era sebelum sampai Westphalia 1648 hingga konsep negara modern sedikit banyak telah memiliki banyak sekali perubahan dalam berbagai hal
REFERENSI :
[1] Georg Soerensen, dan Robert Jakcson, 2005, Pengantar Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal. 17
[2] Ibid, hal. 20
[3] Ibid, hal. 19
Munculnya entitas yang bernama ‘negara’ dewasa ini tak luput dari sejarah awal terbentuknya konsep negara ditandai dengan Perjanjian Westphalia tahun 1648 yang mengakhiri era kekaisaran di Eropa. Kembali kepada topik pembahasan di atas, maka perlu lah kita mengetahui sejarah terbentuknya negara-bangsa.
Era Kekaisaran Eropa
Di Benua Eropa pada abad pertengahan dilanda perang yang hebat, perang ini berlangsung selama kurang lebih tiga puluh tahun (1618-1648). Penyebab perang ini adalah adanya sebuah pertentangan antara kaum Protestan dan kaum Katolik (dimulai oleh Reformasi Protestan sampai pada kontra Reformasi Katolik) dan disamping aspek agama ini juga persaingan dinasti Hapsbruk dan Boubron. Sampai pada akhirnya pada tahun 1648 tercapainya pencanjian Westphalia. Perjanjian ini ditandatangani di westphalen, Jerman.
Pada era kekaisaran di Eropa, Paus dan Kaisar adalah dari hierarki yang paralel dan berhubungan, yaitu agama dan politik[1].Raja dan penguasa lainnya merupakan bawahan dari kekuasaan yang lebih tinggi tersebut dan hukum-hukumnya. Berikut merupakan elemen-elemen penggerak kepentingan kerajaan di masa itu[2]
Penjelasan singkat gambar di atas adalah kekuatan dan kekuasaan pada satu titik Raja dan pemerintahannya. Dan Paus pemimpin keagamaan. Namun, di sini kekuasaan Paus (gereja) jauh lebih besar ketimbang seorang Raja. Segala apapun harus persetujuan oleh Paus. Sistem hubungan internasional menjadi intrik dimana “game” dan “bandar”nya telah diatur dan diperankan oleh gereja. Puncak dari sistem hubungan internasional, yang didominasi peperangan ini, adalah perang 30 tahun antara kerajaan di bawah pengaruh Roma dengan kerajaan yang memperjuangkan gagasan nation-state, dan yang telah memilih menjadi penganut agama Protestan. Inilah yang kemudian menjadi titik tolak para Raja Eropa untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Gereja. Gereja Roma telah gagal dalam usahanya supaya diakui sebagai suatu kekuasaan yang universal, di Eropa. Sementara Inggris, Perancis dan Spanyol telah terlebih dahulu menyatakan sebagai negara-bangsa, selama perang masih berlangsung. Filsuf sekaligus teoritisi spt : Bodin, Grotius, Luther dan Calvin membenarkan negara merdeka yang bersifat sekuler. Dan era negara modern telah di mulai
Perjanjian Westphalia 1648
Para penguas Eropa mencoba membebaskan diri mereka dari kekuasaan religius-politik umat Kristiani yang berlebihan. Perjanjian Westphalia tahun 1648 merupakan akhir dari perang 30 tahun antara kekuasaan Gereja (Paus) dan Raja. Dan merupakan cikal-bakal bagi terbentuknya konsep negara-bangsa
Perjajian Westphalia secara tidak langsung telah membentuk suatu sistem negara-bangsa karena telah mengakui, bahwa kerajaan tidak dapat lagi memaksakan kehendaknya kepada negara-negara bagian atau wilayahnya. Akan tetapi dapat dilakukan apabila daerah-daerah tersebut mau mengakui atau bergabung ke dalam kerajaan-kerajaan tersebut. Bahkan, dalam Perjanjian Westphalia ini pun seorang Paus pun sangat dibatasi kekuasaannya
Perjanjian Westphalia dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah negara modern. Sebabnya adalah :
1. Selain mengakhiri perang 30 tahun, Perjanjian Westphalia telah meneguhkan perubahan dalam peta bumi politik yang telah terjadi karena perang itu di Eropa .
2. Perjanjian perdamaian mengakhiri untuk selama-lamanya usaha Kaisar Romawi yang suci
3. Hubungan antara negara-negara dilepaskan dari persoalan hubungan kegerejaan dan didasarkan atas kepentingan nasional negara itu masing-masing
Menurut Suwardi Wiriaymadja, Perjanjian Westphalia dapat dikatakan telah mengesahkan suatu sistem negara-bangsa karena telah mengakui bahwa empire (negara) tidak dapat lagi memaksa kesetiaan dari negara-negara bagian-nya, dan bahwa Paus tidak dapat melaksanakan kekuasaanya dimana-mana, meskipun dalam soal-soal spirituil.
Perjanjian Westphalia meletakan dasar bagi susunan masyarakat Internasional yang baru, baik mengenai bentuknya yaitu didasarkan atas negara-negara nasional (tidak lagi didasarkan atas kerajaan-kerajaan) maupun mengenai hakekat negara itu dan pemerintahannya yakni pemisahan kekuasaan negara dan pemerintahan dari pengaruh gereja
Negara Modern
Konsep negara modern saat ini memang merupakan buah hasil dari Perjanjian Westphalia 1648. Pada masa inilah terbentuknya sebuah konsep negara yang berdaulat dan identitas sebuah bangsa didalamnya. Perubahan politik apa yang pada dasarnya terjadi dari masa pertengahan hingga ke masa modern?, Jawaban singkatnya adalah pada akhirnya ia mengkonsolidasikan aturan nilai-nilai tersebut dalam kerangka sosial yang merdeka dan bersatu, yaitu negara yang berdaulat[3].
Perjanjian Westphalia telah memberikan sebuah pondasi dasar bagi konsep negara modern khususnya mengenai negara sekuler. Mengakui kedaulatan wilayah lain dan tidak lagi memaksakan kehendak wilayah lain. Perjanjian Westphalia mencoba mengkonsolidasikan aturan yang lebih jelas dan membatasi adanya kekuasaan yang berlebihan kepada penguasa. Jika dalam era modern saat ini, bisa dikatakan hamper mirip dengan sistem demokrasi. Dengan adanya Perjanjian Westphalia, batas yang mencakup kedaulatan wilayah menjadi semakin jelas. Sehingga meminimalisasi pencaplokan wilayah. Implementasinya adalah negara-negara modern saat ini memiliki batas-batas wilayah yang nyata dan jelas.
Perjanjian Westphalia telah membuat banyak perubahan dalam bentuk negara modren ini meliputi :
1. Tumbuhnya reperesentative goverment
2. Terjadi revolusi industri.
3. Perkembangan hukum internasioanal
4. Perkembangan metode-metode dan teknik diplomasi
5. Dalam bidang ekonomi antar negara bangsa terjadi saling ketergantungan.
6. Timbulnya prosedur-prosedur untuk menyelesaikan konflik secara damai
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep kekuasaan, kedaulatan pada era sebelum sampai Westphalia 1648 hingga konsep negara modern sedikit banyak telah memiliki banyak sekali perubahan dalam berbagai hal
REFERENSI :
[1] Georg Soerensen, dan Robert Jakcson, 2005, Pengantar Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal. 17
[2] Ibid, hal. 20
[3] Ibid, hal. 19
Saturday, 26 February 2011
Perkembangan Global Issue
By : Triono Akhmad Munib
The world was had been changed post cold-war. State attitude and
the issue was also changed
Kutipan di atas merupakan sedikit cuplikan hipotesa penulis memaknai perubahan isu global dewasa ini. Setiap fenomena bisa dikatakan sebagai sebuah isu apabila fenomena itu paling tidak memenuhi kriteria di bawah ini[1] :
1.Fenomena tersebut merebut atau menjadi perhatian para elit pembuat kebijakan dari berbagai negara atau negara-negara yang terlibat dalam perdebatan isu tersebut
2.Fenomena tersebut secara terus menerus terliput oleh media massa dunia.
3.Fenomena tersebut secara terus menerus menjadi objek studi, penelitian, dan perdebatan para ilmuwan, professional, dan para pakar dalam masyarakat internasional.
4.Fenomena tersebut muncul sebagai agenda dalam organisasi internasional
Terkait dengan tema yang akan ditelaah lebih lanjut oleh penulis mengenai perkembangan isu global. Perlulah di sini kita membandingkan isu-isu yang berlangsung di masa lalu dan kontemporer
Perang Dunia hingga Perang Dingin
Di era Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945), dan Perang Dingin (1947-1991) keamanan negara menjadi sebuah hal yang sangat diagung-agungkan pada saat itu. Keamanan negara memenuhi agenda pembuatan kebijakan oleh para elit. Setiap berita yang muncul di media massa tak lain adalah masalah aktivitas militer dan tingkah laku militer negara. Ketika sebuah negara ingin mengamankan kedaulatannya sehingga implementasinya pasti ia meningkatkan aktivitas, pendanan maupun inovasi dalam bidang militer. Parahnya, negara tetangga dan akhirnya diikuti oleh negara lain pun melakukan hal yang sama. Si vis pacem, para bellum. Istilah inilah yang menghantui negara-bangsa di era itu yang artinya jika Anda ingin mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah untuk berperang.
Tak ada hal lain yang penting selain mengamankan sebuah negara. Walaupun mengorbankan sektor lain, bahkan rakyatnya sendiri. Semua warga diwajibkan militer dan siap mati demi negara. Dan membunuh adalah hal yang halal dalam perang. Penghargaan atas Hak Asasi Manusia (HAM) mungkin masih belum populer. Dengan semakin seringnya isu keamanan muncul di media. Memenuhi agenda dalam setiap pembuatan kebijakan oleh elit politik. Kosep keamanan negara telah menjadi sebuah isu global di masa itu. Sehingga menurut penulis, di era ini konsep keamanan dan perang merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh negara untuk mencapai tujuannya. Namun, dalam perkembangannya isu menjadi semakin kompleks. Perang bukan lagi sebuah mean bagi state untuk mencapai tujuan
The End of Cold War
Berakhirnya Perang Dingin merupakan titik dunia hubungan internasional beserta diskursus barunya. Pasca Perang Dingin bisa dilihat benar-benar dunia internasional menunjukkan gairahnya yang tak lagi memfokuskan dirinya pada perang dan keamanan. Ini tak lain juga karena semakin munculnya aktor-aktor baru yang tak lagi didominasi oleh state. Dinamika masyarakat pun semakin kompleks dengan membawa serentetan fenomena baru. Masalah-masalah yang dihadapi di era yang semakin canggih dan modern membuat para elit pembuat kebijakan diharuskan sedikit mengeyampingkan agenda militernya. Dahulu keamanan sebuah negara diukur oleh kuatnya militer mereka. Konsep keamanan pun semakin luas dan meliputi banyak hal. Serangan musuh di era ini tidak bisa diterjemahkan secara sederhana lagi seperti di masa Perang Dunia. Di mana, musuh secara jelas membombardir negara. Namun, semakin canggihnya teknologi informasi serangan musuh bisa berasal dari dunia maya (cyber attack). Sedikit mengingat berita bocornya kawat dan informasi diplomatik AS oleh WikiLeaks beberapa bulan lalu. WikiLeaks bukanlah sebuah entitas state. Dia adalah sebuah website dan dikelola orang perseorangan. Tetapi betapa dahsyatnya aktor non-state itu mengancam keamanan negara adidaya sebesar AS. Timbul pertanyaan, apakah AS akan membalas WikiLeaks dengan militer?. Atau membombardir?. Menyatakan perang dengan WikiLeaks?. Tentu tidak, ini adalah dunia maya. Yang harus dilakukan AS adalah bagaimana bisa menghentikan server provider website tersebut bukan dengan militer, melainkan harus bekerjasama dengan para hacker
Perdagangan Organ
Perdagangan organ tubuh manusia sekarang udah jadi isu keamanan non-tradisional yang sangat penting dan mengundang perhatian dari seluruh negara di dunia. Berdasarkan pengamatan World Health Organization (WHO), pencarian organ tubuh di dunia semakin meningkat. Dikarenakan semakin banyak orang yang terkena penyakit ginjal sementara ginjal yang tersedia terbatas. Bahkan, pada tahun 2005, hanya 10% kebutuhan ginjal dunia yang dapat dipenuhi. Akibatnya, perdagangan ginjal secara illegal pun semakin marak di dunia. Nancy Scheper-Hughes, pendiri Organs Watch, mengatakan bahwa berdasarkan perkiraan konservatif yang ditemukan, angka perdagangan ginjal adalah sebesar 15.000 per tahun. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa China, Israel, Mesir, Afrika Selatan, Indonesia, India, Filipina, Pakistan, Israel, dan Irak adalah negara-negara yang banyak memperdagangkan organ tubuh manusia. Di China, pemerintahnya memilih untuk lebih banyak menggunakan organ-organ tubuh para pejuang Falun Gong guna dijual bebas kepada pihak yang membutuhkan organ tubuh secara cepat. Bukan hanya ginjal saja, namun juga kornea mata, hati, dan organ-organ lain[2].
Israel pun juga kerap menggunakan organ-organ tubuh para pejuang Palestina untuk dijual[3]. Sementara itu, di India, banyak orang menggunakan ginjal mereka sebagai penebus hutang terhadap rentenir. Ginjal tersebut kemudian dijual kepada orang-orang kaya di Sri Lanka, Bangladesh, negara-negara Teluk, Inggris, dan AS[4]. Permasalahan ini tentu saja membuat gerah banyak pihak -termasuk juga WHO.
Selama ini, kita mepersepsikan keamanan biasanya ditangani dalam konteks hubungan antar negara, yaitu buat ngejaga dan ngelindungi keamanan sesuatu negara dari ancaman (khususnya ancaman militer) yang datang dari negara lain (ini yang dinamakan Keamanan Tradisional). Namun, dengan munculnya kesadaran bahwa ancaman keamanan datangnya tidak hanya dari negara (tapi ada yang berasal dari isu-isu lain yang sifatnya non-militer), maka konsep keamanan yang bersifat militer pun bergeser jadi konsep keamanan yang lebih luas (kejahatan transnasional, terrorisme, perdagangan obat-obatan terlarang, lingkungan, pelanggaran HAM, dsb). Inilah yang kemudian disebut sebagai Keamanan Non Tradisional. Awalnya, isu perdagangan organ tubuh manusia ini bukan isu keamanan yang bersifat global. Naumn, dengan semakin meningkatnya pengaruh globalisasi, semakin cepatnya arus informasi, serta semakin berkembangnya teknologi, masalah ini kemudian mencuat dan menarik perhatian dunia.
Di atas adalah sedikit contoh semakin berkembangnya isu dewasa ini. Dimulai dengan pembukaan pasca Perang Dingin. Sekali lagi, penulis menanyakan kembali. Apakah perdagangan organ yang sudah menjadi sebuah isu global, negara akan menghadapinya dengan militer atau perang?
Referensi :
[1]DR. Anak Agung Banyu Perwita, dan DR. Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, hal. 135.
[2]http://dunia.vivanews.com/news/read/85587_terungkap__cangkok_organ_tubuh_milik_penjahat
[3]http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/9886-perampok-mayat-profesi-baru-tentara-zionis.html
[4]Berdasarkan penelitian dari Lawrence Cohen, professor antropologi di UC Berkeley
The world was had been changed post cold-war. State attitude and
the issue was also changed
Kutipan di atas merupakan sedikit cuplikan hipotesa penulis memaknai perubahan isu global dewasa ini. Setiap fenomena bisa dikatakan sebagai sebuah isu apabila fenomena itu paling tidak memenuhi kriteria di bawah ini[1] :
1.Fenomena tersebut merebut atau menjadi perhatian para elit pembuat kebijakan dari berbagai negara atau negara-negara yang terlibat dalam perdebatan isu tersebut
2.Fenomena tersebut secara terus menerus terliput oleh media massa dunia.
3.Fenomena tersebut secara terus menerus menjadi objek studi, penelitian, dan perdebatan para ilmuwan, professional, dan para pakar dalam masyarakat internasional.
4.Fenomena tersebut muncul sebagai agenda dalam organisasi internasional
Terkait dengan tema yang akan ditelaah lebih lanjut oleh penulis mengenai perkembangan isu global. Perlulah di sini kita membandingkan isu-isu yang berlangsung di masa lalu dan kontemporer
Perang Dunia hingga Perang Dingin
Di era Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945), dan Perang Dingin (1947-1991) keamanan negara menjadi sebuah hal yang sangat diagung-agungkan pada saat itu. Keamanan negara memenuhi agenda pembuatan kebijakan oleh para elit. Setiap berita yang muncul di media massa tak lain adalah masalah aktivitas militer dan tingkah laku militer negara. Ketika sebuah negara ingin mengamankan kedaulatannya sehingga implementasinya pasti ia meningkatkan aktivitas, pendanan maupun inovasi dalam bidang militer. Parahnya, negara tetangga dan akhirnya diikuti oleh negara lain pun melakukan hal yang sama. Si vis pacem, para bellum. Istilah inilah yang menghantui negara-bangsa di era itu yang artinya jika Anda ingin mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah untuk berperang.
Tak ada hal lain yang penting selain mengamankan sebuah negara. Walaupun mengorbankan sektor lain, bahkan rakyatnya sendiri. Semua warga diwajibkan militer dan siap mati demi negara. Dan membunuh adalah hal yang halal dalam perang. Penghargaan atas Hak Asasi Manusia (HAM) mungkin masih belum populer. Dengan semakin seringnya isu keamanan muncul di media. Memenuhi agenda dalam setiap pembuatan kebijakan oleh elit politik. Kosep keamanan negara telah menjadi sebuah isu global di masa itu. Sehingga menurut penulis, di era ini konsep keamanan dan perang merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh negara untuk mencapai tujuannya. Namun, dalam perkembangannya isu menjadi semakin kompleks. Perang bukan lagi sebuah mean bagi state untuk mencapai tujuan
The End of Cold War
Berakhirnya Perang Dingin merupakan titik dunia hubungan internasional beserta diskursus barunya. Pasca Perang Dingin bisa dilihat benar-benar dunia internasional menunjukkan gairahnya yang tak lagi memfokuskan dirinya pada perang dan keamanan. Ini tak lain juga karena semakin munculnya aktor-aktor baru yang tak lagi didominasi oleh state. Dinamika masyarakat pun semakin kompleks dengan membawa serentetan fenomena baru. Masalah-masalah yang dihadapi di era yang semakin canggih dan modern membuat para elit pembuat kebijakan diharuskan sedikit mengeyampingkan agenda militernya. Dahulu keamanan sebuah negara diukur oleh kuatnya militer mereka. Konsep keamanan pun semakin luas dan meliputi banyak hal. Serangan musuh di era ini tidak bisa diterjemahkan secara sederhana lagi seperti di masa Perang Dunia. Di mana, musuh secara jelas membombardir negara. Namun, semakin canggihnya teknologi informasi serangan musuh bisa berasal dari dunia maya (cyber attack). Sedikit mengingat berita bocornya kawat dan informasi diplomatik AS oleh WikiLeaks beberapa bulan lalu. WikiLeaks bukanlah sebuah entitas state. Dia adalah sebuah website dan dikelola orang perseorangan. Tetapi betapa dahsyatnya aktor non-state itu mengancam keamanan negara adidaya sebesar AS. Timbul pertanyaan, apakah AS akan membalas WikiLeaks dengan militer?. Atau membombardir?. Menyatakan perang dengan WikiLeaks?. Tentu tidak, ini adalah dunia maya. Yang harus dilakukan AS adalah bagaimana bisa menghentikan server provider website tersebut bukan dengan militer, melainkan harus bekerjasama dengan para hacker
Perdagangan Organ
Perdagangan organ tubuh manusia sekarang udah jadi isu keamanan non-tradisional yang sangat penting dan mengundang perhatian dari seluruh negara di dunia. Berdasarkan pengamatan World Health Organization (WHO), pencarian organ tubuh di dunia semakin meningkat. Dikarenakan semakin banyak orang yang terkena penyakit ginjal sementara ginjal yang tersedia terbatas. Bahkan, pada tahun 2005, hanya 10% kebutuhan ginjal dunia yang dapat dipenuhi. Akibatnya, perdagangan ginjal secara illegal pun semakin marak di dunia. Nancy Scheper-Hughes, pendiri Organs Watch, mengatakan bahwa berdasarkan perkiraan konservatif yang ditemukan, angka perdagangan ginjal adalah sebesar 15.000 per tahun. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa China, Israel, Mesir, Afrika Selatan, Indonesia, India, Filipina, Pakistan, Israel, dan Irak adalah negara-negara yang banyak memperdagangkan organ tubuh manusia. Di China, pemerintahnya memilih untuk lebih banyak menggunakan organ-organ tubuh para pejuang Falun Gong guna dijual bebas kepada pihak yang membutuhkan organ tubuh secara cepat. Bukan hanya ginjal saja, namun juga kornea mata, hati, dan organ-organ lain[2].
Israel pun juga kerap menggunakan organ-organ tubuh para pejuang Palestina untuk dijual[3]. Sementara itu, di India, banyak orang menggunakan ginjal mereka sebagai penebus hutang terhadap rentenir. Ginjal tersebut kemudian dijual kepada orang-orang kaya di Sri Lanka, Bangladesh, negara-negara Teluk, Inggris, dan AS[4]. Permasalahan ini tentu saja membuat gerah banyak pihak -termasuk juga WHO.
Selama ini, kita mepersepsikan keamanan biasanya ditangani dalam konteks hubungan antar negara, yaitu buat ngejaga dan ngelindungi keamanan sesuatu negara dari ancaman (khususnya ancaman militer) yang datang dari negara lain (ini yang dinamakan Keamanan Tradisional). Namun, dengan munculnya kesadaran bahwa ancaman keamanan datangnya tidak hanya dari negara (tapi ada yang berasal dari isu-isu lain yang sifatnya non-militer), maka konsep keamanan yang bersifat militer pun bergeser jadi konsep keamanan yang lebih luas (kejahatan transnasional, terrorisme, perdagangan obat-obatan terlarang, lingkungan, pelanggaran HAM, dsb). Inilah yang kemudian disebut sebagai Keamanan Non Tradisional. Awalnya, isu perdagangan organ tubuh manusia ini bukan isu keamanan yang bersifat global. Naumn, dengan semakin meningkatnya pengaruh globalisasi, semakin cepatnya arus informasi, serta semakin berkembangnya teknologi, masalah ini kemudian mencuat dan menarik perhatian dunia.
Di atas adalah sedikit contoh semakin berkembangnya isu dewasa ini. Dimulai dengan pembukaan pasca Perang Dingin. Sekali lagi, penulis menanyakan kembali. Apakah perdagangan organ yang sudah menjadi sebuah isu global, negara akan menghadapinya dengan militer atau perang?
Referensi :
[1]DR. Anak Agung Banyu Perwita, dan DR. Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, hal. 135.
[2]http://dunia.vivanews.com/news/read/85587_terungkap__cangkok_organ_tubuh_milik_penjahat
[3]http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/9886-perampok-mayat-profesi-baru-tentara-zionis.html
[4]Berdasarkan penelitian dari Lawrence Cohen, professor antropologi di UC Berkeley
Thursday, 24 February 2011
Modernisasi Membawa India Menjadi Kekuatan Global Baru
By : Triono Akhmad Munib
Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia
Seluruh negara-negara bagian India di utara dan timur laut dibentuk oleh Banjaran Himalaya. Wilayah lainnya terdiri dari hamparan Indo-Gangetik yang subur. Di sebelah barat yang berbataskan Pakistan tenggara terdapat Gurun Thar. Semenanjung India di selatan hampir seluruhnya merupakan bagian dari hamparan Dekan (Deccan). Di kedua sisi hamparan ini terdapat dua banjaran pesisir yang berbukit-bukit, Ghats Barat dan Ghats Timur.India mempunyai beberapa sungai besar seperti Sungai Gangga, Brahmaputra, Yamuna, Godavari, dan Krishna. Sungai-sungai tersebutlah yang menyebabkan suburnya hamparan-hamparan di sebelah utara India sehingga cocok untuk ditanam.
Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme dan pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat, tradisi, dan pemikiran dari penjajah dan imigran sambil terus mempertahankan tradisi yang sudah mapan dan menyebarluaskan budaya India ke tempat-tempat lain di Asia. Orang India sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian, rumah-rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di kawasan pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat generasi yang tinggal di bawah satu atap. Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga sering diselesaikan secara patriarkisme. Mayoritas terbesar orang India menikah setelah dijodohkan oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun dengan persetujuan pengantin pria dan pengantin wanita. Pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur hidup, dan angka perceraian sangat rendah. Walaupun demikian, pernikahan dini masih merupakan tradisi yang umum. Separuh dari populasi wanita India menikah sebelum mencapai usia 18 tahun yang merupakan usia dewasa menurut hukum
Orang India terkenal sangat menghargai dan menjunjung tinggi nilai budaya tradisional. Tetapi itu tidak menjadikan suatu faktor utama untuk melakukan modernisasi di berbagai bidang. India telah menggeliat menjadi kekuatan baru di Asia dengan menerapkan pembangunan ke arah modernisasi
Modernisasi Di India
Modernisasi Bidang Teknologi Informasi
Perancangan Layanan Jauh
Pertarungan pada abad ke-20 ini adalah pertarungan ide, yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Ide melahirkan inovasi, yang tidak saja dalam bentuk mesin tetapi ide-ide baru, yang terus-menerus melahirkan sektor jasa yang baru. Sektor pertanian dan industri di India bukan lagi menjadi andalan utama perekonomian, Ke depan, masyarakat global akan menjadi tergantung pada kegiatan industri berbasis pengetahuan. Sesuai dengan syarat manusia modern di atas yang diungkapkan Inkeles dan Smith adalah terbuka terhadap hal-hal dan pengetahuan baru. India memiliki keunggulan komparatif soal itu karena ketersediaan pekerja dengan kemampuan berbahasa inggris
Di antara beberapa negara berkembang, India tergolong terdepan soal teknologi informasi. Bahkan menakutkan negara-negara maju. Menurut analis J. P. Morgan, India dengan penduduknya yang mayoritas berusia muda dan berpengetahuan tinggi, maka dalam 20-30 mendatang India diunggulkan dalam pelayanan berbasis teknologi informasi dan layanan jarak jauh[1]. Hal tersebut terbukto dengan semakin banyaknya Bank Sentral India yang memindahkan pusat panggilan (call centre) dari Amerika Serikat (AS) ke India. Contohnya, nomor panggilan bebas pulsa 1-800-xxx untuk American Express Bank, yang tadinya bermarkas di AS, kini telah dipindahkan ke India. Nomor seperti itu biasanya merupakan akses untuk mendapatkan informasi soal perusahaan dan lainnya
Ke depan, yang akan terjadi bukan lagi sekadar pemindahan tugas dari luar India ke India hal sebaliknya pun juga akan terjadi, Ahli-ahli India memberikan pelayanan jasa-jasa India ke negara-negara lain tanpa harus terjadi perpindahan atau migrasi warga India ke negara lain. Di India akan direncanakan pelayanan konsultasi perpajakan, keuangan, pendidikan jarak jauh dengan sistem seperti di Barat. Semuanya berlangsung lewat jaringan teknologi informasi
Pembuatan Satelit Angkasa Mikro
Satelit mikro menjadi pilihan, karena teknologi meskipun maju namun relatif sederhana sehingga mudah dikuasai oleh tenaga ahli India, aplikasi teknologi luas, dan biaya pembuatan dan peluncurannya tergolong murah. Satelit ini berukuran kecil, yaitu 32x32x32 cm3 dan berat tidak sampai 45 kilogram. Satelit ini dapat dimuati berbagai muatan seperti sensor penginderaan jauh untuk pengamatan lingkungan, sistem telekomunikasi store and forward untuk hubungan data antar daerah terpencil, dan Global Positioning System (GPS) untuk koreksi geometri data citra penginderaan jauh bagi navigasi satelit India telah berhasil membuatnya. Satelit mikro India tersebut bernama Cartosat-2 dan Satellite Recovery Experiment. Satelit mikro tersebut membantu India mempermudah menganalisa pencitraan udara, telekomunikasi jarak jauh, internetisasi, dan mempercepat pengirim data digital antar negara bahkan antar benua.
Pembangunan Banglore Menjadi Kota Modern
Di kota ini, khususnya di Lembah Silikon, kantor perusahan teknologi informasi terbesar dunia didirikan, yaitu Mircrosoft dan IBM. Dengan penerapan teknologi informasi di berbagai bidang telah menjadikan Banglore menjadi kota “TI-nya India”. Hotel di kota ini sangat modern. Papan tulisan do not disturb atau clean up the room seperti di hotel-hotel Indonesia sudah tidak ditemukan. Bukan karena hotel di India tidak bisa membuatnya melainkan sistemnya sudah sangat modern. Semuanya tersedia dalam sebuah panel kecil berukuran palmtop atau seukuran telapak tangan yang diletakkan di atas meja kerja kamar berdampingan dengan pesawat telepon. Di sini, penyewa kamar tinggal tekan perintah di atas slot gesekan kunci elektronik, layar mungil berhuruf digital merah akan menyala. Petugas hotel di ruang control segera mengetahui dan memonitor keinginan penghuni hotel. Perintah berlaku pula untuk beker morning call. Kalau ingin kamar dibersihkan, petugas dari ruang control hotel akan meneruskan pesan kepada room boy untuk segera membersihkan kamar. Jadi, tidak perlu ada karton bergelantungan di pegangan pintu luar kamar Hampir semua perusahaan teknologi informasi membuak kantor dan perusahaannya di Banglore juga pabrik-pabrik otomotif. Tidak heran kalau kota ini dijuluki byte-basket India[2]
Modernisasi Industri Otomotif
Industri otomotif di India dewasa ini mulai bangkit menjadi industri palig berkembang dan kompetitif setelah teknologi informasi. Apabila hingga tahun 1982 baru ada tiga pabrikan otomotif, yaitu Hindustan Motors, Premier Automobiles, dan Standard Motors. Dewasa ini total teradapat 12 pabrikan kendaraan penumpang, 5 pabrikan kendaraan serba guna (MUVs), 9 pabrikan kendaraan roda dua, 5 pabrikan kendaraan roda tiga, 14 pabrikan traktor, dan 5 pabrikan mesin[3]. Hampir semua produsen mobil terkemuka dunia sudah membangun fasilitas produksi di India dan menjadikan negara itu sebagai pusat produksi mereka untuk memenuhi pasar lokal maupun ekspor. Total investasi di sektor ini sudah mencapao 50.000 crore rupee (setara 11, 218 miliar dollar AS).
Perkembangan industri otomotif di India juga tak lepas dari dukungan pabrikan komponen industri tersebut. Ketersediaan tenaga kerja dan terampil yang melimpah serta kekuatan di bidang teknologi informasi dan elektronik menjadi suatu lompatan besar yang dibuat India dalam bidang industri komponen. Dewasa ini, indutsri-industri komponen di India melakukan modernisasi di segala bidang sehingga mampu menghasilkan semua komponen yang dibutuhkan berbagai jenis merek kendaraan bermotor serta melayani semua kebutuhan pabrikan mobil lokal maupun asing di India. Tidak hanya itu, perusahaan komponen tersebut juga melakukan outsourcing komponen dari dalam atau luar negeri.
Kini ada sekitar 420 perusahaan kunci di sektor komponen otomotif. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyumbang sebesar 85% lebih dari total output komponen. Di luar itu, masih ada 10.000 lebih perusahaan kecil yang juga menjadi bagian penting dari mata rantai industry komponen otomotif India
Modernisasi Bidang Perfilman
Industri perfilman pun juga mulai melakukuan modernisasi mulai dari alat-alat perekam, sistem suara hingga teknik editing. Modernisasi dalam perfilman tersebut akhirnya membawa film-film India menjadi box office di dunia. Industri film India adalah industriu layar lebar terbesar di dunia menyangkut jumlah produksi setiap tahunnya. Menurut data dari Central Board of Film Certification of India, pada tahun 2003 telah diputar 877 film cerita India di bisokop-bioskop. Jika dibandingkan dengan data dari Motion Picture Association of America (MPAA) yang mengeluarkan 473 film cerita produksi AS pada tahun yang sama. Ini menunjukkan geliat industri perfilman India semakin gencar memproduksi film. Dengan adanya modernisasi di bidang industri film ini, India berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang darinya. Menurut catatan United Kingdom Film Council diketahui bahwa pada tahun 2001 pendapatan India dari industri budaya ini total sebesar 1,01 miliar dollar AS yang terdiri dari penjualan tiket dalam negeri sebesar 809 juta dollar AS dan ekspor film India yang mencapai 117,9 juta dollar AS
Industri film India sering kali disebut sebagai Bollywood, untuk menganalogikannya dengan Hollywood AS. Sesungguhnya Bollywood adalah salah satu unsur penting yang membentuk seluruh struktur industry perfilman India. Bollywood menunjuk kepada terminology film-film berbahasa Hindi, bahasa nasional India. Tetapi saat ini film Bollywood sudah memasukkan unsur bahasa Inggris di dalamnya sebagai indikator modernisasi, seperti film My Name is Khan yang mengambil latar tempat di kota Washington DC AS dan film 3 Idiots.
Kemajuan industri perfilman di India lagi-lagi tak lepas dari adanya modernisasi yang dilakukan pemerintah India dalam bidang teknologi informasi. Reputasi teknologi informasi India turut mempengaruhi berkembangnya pusat-pusat industri outsourcing untuk teknologi perfilman. Salah satu bidang yang dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan asing, terutama AS dan Eropa, adalah teknologi animas dan special effect film. Perusahaan-perusahaan asing tersebut memakai jasa outsourcing India karena alasan lebih modern dan India mematok harga 75% lebih murah dibandingkan dengan perusahaan AS. Film-film produksi Hollywood seperti Sinbad dan Ali Baba and The Forty Thieves, menyewa perusahaan outsourcing dari India untuk animasi dan special effect film.
Modernisasi Bidang Pertanian
Komisi Perencanaan India menggambarkan sektor pertanian dalam empat dekade terakhir sebagai sebuah kisah sukses besar (a saga of success) dari India. Dari negara yang semula sangat bergantung pada pangan impor untuk bisa membei makan penduduknya, India dewasa ini tidak hanya swasembada padi-padian (grain), tetapi juga mampu menimbun stok dalam jumlah yang fantastis (di atas 40 juta ton pada tahun 2000). Produksi padi-padian termasuk gandum dewasa ini di India di atas 200 juta ton, atau empat kali lipat lebih dibandingkan tahun 1950-an. India sekarang ini adalah produsen padi-padian terbesar dunia dan eksportir beras terbesar kedua dunia setelah Thailand.
Keberhasilan pertanian India tersebut tidak lepas dari modernisasi yang dinamakan Revolusi Hijau di India. Sebelum program Revolusi Hijau diperkenalkan, India adalah langganan beberapa peristiwa kelaparan besar. Salah satunya adalah kelaparan pada tahun 1943-1944 yang menewaskan hamper 3 juta penduduk Bengali. Tiga tokoh penting dalam Revolusi Hijau adalah C. Subramaniam (Menteri Pertanian Pusat tahun 1965), Benyamin Peary Pal (Direktur Jenderal Indian Council for Agricultural Research and Indian Agriculture Research Institute), dan M. S. Swaminathan
Subramaniam melakukan modernisasi di bidang pembuatan pupuk dan obat-obatan, teknik pembangunan sistem kanal dan sumur dalam untuk irigasi, dan mendirikan lembaga khusus untuk informasi pertanian. Sedangkan B. P. Pal melakukan modernisasi bibit pertanian dan ia berhasil mengembangkan varietas gandum unggul, seperti New Pusa 809, Pusa Sonora, Malavika, dan Klayan Sona. Melalui modernisai dalam berbagai bidang di atas telah membawa India bsia berswasembada pangan bahkan bisa mengekspor hasil pertanian
Modernisasi Bidang Farmasi
Industri farmasi India dalam tiga dekade terakhir bisa dikatakan sangat spektakuler. Dari yang semula indstri yang nyaris tidak eksis pada tahun1970-an, kini menjadi salah satu pemain global yang patut diperhitungkan. Industri farmasi India bukan hanya mampu memenuhi hamper seluruh kebutuhan dalam negeri (95 %), tetapi dewasa ini juga telah memasok 40% kebutuhan dunia untuk obat-obatan dalam bentuk curah (bulk). Ekspor produk farmasi India tidak hanya ke negara-negara berkembang tetapi juga AS, Kanada, Jerman, Perancis dan negara Amerika Latin . Sukses industri farmasi India juga tak lepas dari modernisasi yang telah diterapkannya. Indutsri ini berhasil melakukan lompatan kelas, dari yang semula sekadar sebagai industri pengolahan (processing) menjadi industri yang sangat canggih (shopisticated) dengan teknologi manufaktur yang sangat maju, peralatan yang modern, dan kontrol kualitas yang ketat.
Ekspor produk obat-obatan India, menurut data Direktorat Intelijen Komersial dan Statistik (DGCIS), meningkat 15,57% selama kurun1999-2000, 20,73% pada 2000-2001, 11,13% pada 2001-2002, dan 21,2% pada 2002-2003. Dewasa ini, setidaknya ada 20.000 perusahaan farmasi India yang 260 diantaranya skala besar dan menengah. Dari jumlah ini, sekitar lebih dari 45 perusahaan sudah mendirikan cabang atau fasilitas di luar negeri
Nama-nama besar seperti Ranbaxy, Dr. Reddy’s, Wockhardt, Cipla, Nicholas Piramal. Lupin Laboratories, dan Sun Pharmaceutical Industries bukan lagi nama asing di jajaran pemain global dunia. Cipla adalah salah satu produsen anti-HIV termurah di dunia
Modernisasi Membawa India Menjadi Kekuatan Baru di Asia
Modernisasi India dimulai dari dunia pendidikan dengan mencetak tenaga ahli bidang teknologi informasi. Hingga tercipta apa yang dinamakan Lembah Silikon India (Silicon Valley of India). Di Lembah Silikon ini berdiri sekitar 200 industri besar peranti lunak (software) dan peranti keras (hardware) computer. Sepak terjang India ternyata tidak hanya pada teknologi informasi. Dalam bidang otomotif pun India melakukan modernisasi terhadap sistem perakitan dan manufaktur komponen. Dikarenakan mesin komponen produksi otomotif yang semakin canggih membuat hampir semua produsen mobil terkemuka di dunia memesan di India.
Disamping itu, India juga unggul dalam industri perfilman. Teknik-teknik perfilman yang semakin canggih di India membuat film-film Hollywood mempercayakan jasa animasi dan special effect film kepada perusahaan-perusahaan editing di India. Kini, India menjadi sebuah bangsa : from famine to plenty, from humilitation to dignity (dari kelaparan menjadi keberlimpahan, dari dipermalukan menjadi bermatabat). Modernisasi telah merubah India yang dulu dengan status negara miskin, sekarang menjadi calon pemain baru di dunia global. India kini menjadi perbincangan dunia, bahkan semakin mengkhawatirkan negara-negara maju. Diprediksikan ke depan, India bersama China akan menjadi kekuatan setara dengan AS dan Uni Eropa tidak hanya dalam bidang teknologi, namun bidang ekonomi pula.
Referensi :
[1] Kompas, 2007, India Bangkitnya Raksasa Baru Asia Calon Pemain Utama Dunia di Era Globalisasi, Jakarta : PT. Kompas Media Nusantara, hal 41
[2]Ibid, hal 67
[3]Ibid, hal 83
Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia
Seluruh negara-negara bagian India di utara dan timur laut dibentuk oleh Banjaran Himalaya. Wilayah lainnya terdiri dari hamparan Indo-Gangetik yang subur. Di sebelah barat yang berbataskan Pakistan tenggara terdapat Gurun Thar. Semenanjung India di selatan hampir seluruhnya merupakan bagian dari hamparan Dekan (Deccan). Di kedua sisi hamparan ini terdapat dua banjaran pesisir yang berbukit-bukit, Ghats Barat dan Ghats Timur.India mempunyai beberapa sungai besar seperti Sungai Gangga, Brahmaputra, Yamuna, Godavari, dan Krishna. Sungai-sungai tersebutlah yang menyebabkan suburnya hamparan-hamparan di sebelah utara India sehingga cocok untuk ditanam.
Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme dan pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat, tradisi, dan pemikiran dari penjajah dan imigran sambil terus mempertahankan tradisi yang sudah mapan dan menyebarluaskan budaya India ke tempat-tempat lain di Asia. Orang India sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian, rumah-rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di kawasan pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat generasi yang tinggal di bawah satu atap. Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga sering diselesaikan secara patriarkisme. Mayoritas terbesar orang India menikah setelah dijodohkan oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun dengan persetujuan pengantin pria dan pengantin wanita. Pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur hidup, dan angka perceraian sangat rendah. Walaupun demikian, pernikahan dini masih merupakan tradisi yang umum. Separuh dari populasi wanita India menikah sebelum mencapai usia 18 tahun yang merupakan usia dewasa menurut hukum
Orang India terkenal sangat menghargai dan menjunjung tinggi nilai budaya tradisional. Tetapi itu tidak menjadikan suatu faktor utama untuk melakukan modernisasi di berbagai bidang. India telah menggeliat menjadi kekuatan baru di Asia dengan menerapkan pembangunan ke arah modernisasi
Modernisasi Di India
Modernisasi Bidang Teknologi Informasi
Perancangan Layanan Jauh
Pertarungan pada abad ke-20 ini adalah pertarungan ide, yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Ide melahirkan inovasi, yang tidak saja dalam bentuk mesin tetapi ide-ide baru, yang terus-menerus melahirkan sektor jasa yang baru. Sektor pertanian dan industri di India bukan lagi menjadi andalan utama perekonomian, Ke depan, masyarakat global akan menjadi tergantung pada kegiatan industri berbasis pengetahuan. Sesuai dengan syarat manusia modern di atas yang diungkapkan Inkeles dan Smith adalah terbuka terhadap hal-hal dan pengetahuan baru. India memiliki keunggulan komparatif soal itu karena ketersediaan pekerja dengan kemampuan berbahasa inggris
Di antara beberapa negara berkembang, India tergolong terdepan soal teknologi informasi. Bahkan menakutkan negara-negara maju. Menurut analis J. P. Morgan, India dengan penduduknya yang mayoritas berusia muda dan berpengetahuan tinggi, maka dalam 20-30 mendatang India diunggulkan dalam pelayanan berbasis teknologi informasi dan layanan jarak jauh[1]. Hal tersebut terbukto dengan semakin banyaknya Bank Sentral India yang memindahkan pusat panggilan (call centre) dari Amerika Serikat (AS) ke India. Contohnya, nomor panggilan bebas pulsa 1-800-xxx untuk American Express Bank, yang tadinya bermarkas di AS, kini telah dipindahkan ke India. Nomor seperti itu biasanya merupakan akses untuk mendapatkan informasi soal perusahaan dan lainnya
Ke depan, yang akan terjadi bukan lagi sekadar pemindahan tugas dari luar India ke India hal sebaliknya pun juga akan terjadi, Ahli-ahli India memberikan pelayanan jasa-jasa India ke negara-negara lain tanpa harus terjadi perpindahan atau migrasi warga India ke negara lain. Di India akan direncanakan pelayanan konsultasi perpajakan, keuangan, pendidikan jarak jauh dengan sistem seperti di Barat. Semuanya berlangsung lewat jaringan teknologi informasi
Pembuatan Satelit Angkasa Mikro
Satelit mikro menjadi pilihan, karena teknologi meskipun maju namun relatif sederhana sehingga mudah dikuasai oleh tenaga ahli India, aplikasi teknologi luas, dan biaya pembuatan dan peluncurannya tergolong murah. Satelit ini berukuran kecil, yaitu 32x32x32 cm3 dan berat tidak sampai 45 kilogram. Satelit ini dapat dimuati berbagai muatan seperti sensor penginderaan jauh untuk pengamatan lingkungan, sistem telekomunikasi store and forward untuk hubungan data antar daerah terpencil, dan Global Positioning System (GPS) untuk koreksi geometri data citra penginderaan jauh bagi navigasi satelit India telah berhasil membuatnya. Satelit mikro India tersebut bernama Cartosat-2 dan Satellite Recovery Experiment. Satelit mikro tersebut membantu India mempermudah menganalisa pencitraan udara, telekomunikasi jarak jauh, internetisasi, dan mempercepat pengirim data digital antar negara bahkan antar benua.
Pembangunan Banglore Menjadi Kota Modern
Di kota ini, khususnya di Lembah Silikon, kantor perusahan teknologi informasi terbesar dunia didirikan, yaitu Mircrosoft dan IBM. Dengan penerapan teknologi informasi di berbagai bidang telah menjadikan Banglore menjadi kota “TI-nya India”. Hotel di kota ini sangat modern. Papan tulisan do not disturb atau clean up the room seperti di hotel-hotel Indonesia sudah tidak ditemukan. Bukan karena hotel di India tidak bisa membuatnya melainkan sistemnya sudah sangat modern. Semuanya tersedia dalam sebuah panel kecil berukuran palmtop atau seukuran telapak tangan yang diletakkan di atas meja kerja kamar berdampingan dengan pesawat telepon. Di sini, penyewa kamar tinggal tekan perintah di atas slot gesekan kunci elektronik, layar mungil berhuruf digital merah akan menyala. Petugas hotel di ruang control segera mengetahui dan memonitor keinginan penghuni hotel. Perintah berlaku pula untuk beker morning call. Kalau ingin kamar dibersihkan, petugas dari ruang control hotel akan meneruskan pesan kepada room boy untuk segera membersihkan kamar. Jadi, tidak perlu ada karton bergelantungan di pegangan pintu luar kamar Hampir semua perusahaan teknologi informasi membuak kantor dan perusahaannya di Banglore juga pabrik-pabrik otomotif. Tidak heran kalau kota ini dijuluki byte-basket India[2]
Modernisasi Industri Otomotif
Industri otomotif di India dewasa ini mulai bangkit menjadi industri palig berkembang dan kompetitif setelah teknologi informasi. Apabila hingga tahun 1982 baru ada tiga pabrikan otomotif, yaitu Hindustan Motors, Premier Automobiles, dan Standard Motors. Dewasa ini total teradapat 12 pabrikan kendaraan penumpang, 5 pabrikan kendaraan serba guna (MUVs), 9 pabrikan kendaraan roda dua, 5 pabrikan kendaraan roda tiga, 14 pabrikan traktor, dan 5 pabrikan mesin[3]. Hampir semua produsen mobil terkemuka dunia sudah membangun fasilitas produksi di India dan menjadikan negara itu sebagai pusat produksi mereka untuk memenuhi pasar lokal maupun ekspor. Total investasi di sektor ini sudah mencapao 50.000 crore rupee (setara 11, 218 miliar dollar AS).
Perkembangan industri otomotif di India juga tak lepas dari dukungan pabrikan komponen industri tersebut. Ketersediaan tenaga kerja dan terampil yang melimpah serta kekuatan di bidang teknologi informasi dan elektronik menjadi suatu lompatan besar yang dibuat India dalam bidang industri komponen. Dewasa ini, indutsri-industri komponen di India melakukan modernisasi di segala bidang sehingga mampu menghasilkan semua komponen yang dibutuhkan berbagai jenis merek kendaraan bermotor serta melayani semua kebutuhan pabrikan mobil lokal maupun asing di India. Tidak hanya itu, perusahaan komponen tersebut juga melakukan outsourcing komponen dari dalam atau luar negeri.
Kini ada sekitar 420 perusahaan kunci di sektor komponen otomotif. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyumbang sebesar 85% lebih dari total output komponen. Di luar itu, masih ada 10.000 lebih perusahaan kecil yang juga menjadi bagian penting dari mata rantai industry komponen otomotif India
Modernisasi Bidang Perfilman
Industri perfilman pun juga mulai melakukuan modernisasi mulai dari alat-alat perekam, sistem suara hingga teknik editing. Modernisasi dalam perfilman tersebut akhirnya membawa film-film India menjadi box office di dunia. Industri film India adalah industriu layar lebar terbesar di dunia menyangkut jumlah produksi setiap tahunnya. Menurut data dari Central Board of Film Certification of India, pada tahun 2003 telah diputar 877 film cerita India di bisokop-bioskop. Jika dibandingkan dengan data dari Motion Picture Association of America (MPAA) yang mengeluarkan 473 film cerita produksi AS pada tahun yang sama. Ini menunjukkan geliat industri perfilman India semakin gencar memproduksi film. Dengan adanya modernisasi di bidang industri film ini, India berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang darinya. Menurut catatan United Kingdom Film Council diketahui bahwa pada tahun 2001 pendapatan India dari industri budaya ini total sebesar 1,01 miliar dollar AS yang terdiri dari penjualan tiket dalam negeri sebesar 809 juta dollar AS dan ekspor film India yang mencapai 117,9 juta dollar AS
Industri film India sering kali disebut sebagai Bollywood, untuk menganalogikannya dengan Hollywood AS. Sesungguhnya Bollywood adalah salah satu unsur penting yang membentuk seluruh struktur industry perfilman India. Bollywood menunjuk kepada terminology film-film berbahasa Hindi, bahasa nasional India. Tetapi saat ini film Bollywood sudah memasukkan unsur bahasa Inggris di dalamnya sebagai indikator modernisasi, seperti film My Name is Khan yang mengambil latar tempat di kota Washington DC AS dan film 3 Idiots.
Kemajuan industri perfilman di India lagi-lagi tak lepas dari adanya modernisasi yang dilakukan pemerintah India dalam bidang teknologi informasi. Reputasi teknologi informasi India turut mempengaruhi berkembangnya pusat-pusat industri outsourcing untuk teknologi perfilman. Salah satu bidang yang dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan asing, terutama AS dan Eropa, adalah teknologi animas dan special effect film. Perusahaan-perusahaan asing tersebut memakai jasa outsourcing India karena alasan lebih modern dan India mematok harga 75% lebih murah dibandingkan dengan perusahaan AS. Film-film produksi Hollywood seperti Sinbad dan Ali Baba and The Forty Thieves, menyewa perusahaan outsourcing dari India untuk animasi dan special effect film.
Modernisasi Bidang Pertanian
Komisi Perencanaan India menggambarkan sektor pertanian dalam empat dekade terakhir sebagai sebuah kisah sukses besar (a saga of success) dari India. Dari negara yang semula sangat bergantung pada pangan impor untuk bisa membei makan penduduknya, India dewasa ini tidak hanya swasembada padi-padian (grain), tetapi juga mampu menimbun stok dalam jumlah yang fantastis (di atas 40 juta ton pada tahun 2000). Produksi padi-padian termasuk gandum dewasa ini di India di atas 200 juta ton, atau empat kali lipat lebih dibandingkan tahun 1950-an. India sekarang ini adalah produsen padi-padian terbesar dunia dan eksportir beras terbesar kedua dunia setelah Thailand.
Keberhasilan pertanian India tersebut tidak lepas dari modernisasi yang dinamakan Revolusi Hijau di India. Sebelum program Revolusi Hijau diperkenalkan, India adalah langganan beberapa peristiwa kelaparan besar. Salah satunya adalah kelaparan pada tahun 1943-1944 yang menewaskan hamper 3 juta penduduk Bengali. Tiga tokoh penting dalam Revolusi Hijau adalah C. Subramaniam (Menteri Pertanian Pusat tahun 1965), Benyamin Peary Pal (Direktur Jenderal Indian Council for Agricultural Research and Indian Agriculture Research Institute), dan M. S. Swaminathan
Subramaniam melakukan modernisasi di bidang pembuatan pupuk dan obat-obatan, teknik pembangunan sistem kanal dan sumur dalam untuk irigasi, dan mendirikan lembaga khusus untuk informasi pertanian. Sedangkan B. P. Pal melakukan modernisasi bibit pertanian dan ia berhasil mengembangkan varietas gandum unggul, seperti New Pusa 809, Pusa Sonora, Malavika, dan Klayan Sona. Melalui modernisai dalam berbagai bidang di atas telah membawa India bsia berswasembada pangan bahkan bisa mengekspor hasil pertanian
Modernisasi Bidang Farmasi
Industri farmasi India dalam tiga dekade terakhir bisa dikatakan sangat spektakuler. Dari yang semula indstri yang nyaris tidak eksis pada tahun1970-an, kini menjadi salah satu pemain global yang patut diperhitungkan. Industri farmasi India bukan hanya mampu memenuhi hamper seluruh kebutuhan dalam negeri (95 %), tetapi dewasa ini juga telah memasok 40% kebutuhan dunia untuk obat-obatan dalam bentuk curah (bulk). Ekspor produk farmasi India tidak hanya ke negara-negara berkembang tetapi juga AS, Kanada, Jerman, Perancis dan negara Amerika Latin . Sukses industri farmasi India juga tak lepas dari modernisasi yang telah diterapkannya. Indutsri ini berhasil melakukan lompatan kelas, dari yang semula sekadar sebagai industri pengolahan (processing) menjadi industri yang sangat canggih (shopisticated) dengan teknologi manufaktur yang sangat maju, peralatan yang modern, dan kontrol kualitas yang ketat.
Ekspor produk obat-obatan India, menurut data Direktorat Intelijen Komersial dan Statistik (DGCIS), meningkat 15,57% selama kurun1999-2000, 20,73% pada 2000-2001, 11,13% pada 2001-2002, dan 21,2% pada 2002-2003. Dewasa ini, setidaknya ada 20.000 perusahaan farmasi India yang 260 diantaranya skala besar dan menengah. Dari jumlah ini, sekitar lebih dari 45 perusahaan sudah mendirikan cabang atau fasilitas di luar negeri
Nama-nama besar seperti Ranbaxy, Dr. Reddy’s, Wockhardt, Cipla, Nicholas Piramal. Lupin Laboratories, dan Sun Pharmaceutical Industries bukan lagi nama asing di jajaran pemain global dunia. Cipla adalah salah satu produsen anti-HIV termurah di dunia
Modernisasi Membawa India Menjadi Kekuatan Baru di Asia
Modernisasi India dimulai dari dunia pendidikan dengan mencetak tenaga ahli bidang teknologi informasi. Hingga tercipta apa yang dinamakan Lembah Silikon India (Silicon Valley of India). Di Lembah Silikon ini berdiri sekitar 200 industri besar peranti lunak (software) dan peranti keras (hardware) computer. Sepak terjang India ternyata tidak hanya pada teknologi informasi. Dalam bidang otomotif pun India melakukan modernisasi terhadap sistem perakitan dan manufaktur komponen. Dikarenakan mesin komponen produksi otomotif yang semakin canggih membuat hampir semua produsen mobil terkemuka di dunia memesan di India.
Disamping itu, India juga unggul dalam industri perfilman. Teknik-teknik perfilman yang semakin canggih di India membuat film-film Hollywood mempercayakan jasa animasi dan special effect film kepada perusahaan-perusahaan editing di India. Kini, India menjadi sebuah bangsa : from famine to plenty, from humilitation to dignity (dari kelaparan menjadi keberlimpahan, dari dipermalukan menjadi bermatabat). Modernisasi telah merubah India yang dulu dengan status negara miskin, sekarang menjadi calon pemain baru di dunia global. India kini menjadi perbincangan dunia, bahkan semakin mengkhawatirkan negara-negara maju. Diprediksikan ke depan, India bersama China akan menjadi kekuatan setara dengan AS dan Uni Eropa tidak hanya dalam bidang teknologi, namun bidang ekonomi pula.
Referensi :
[1] Kompas, 2007, India Bangkitnya Raksasa Baru Asia Calon Pemain Utama Dunia di Era Globalisasi, Jakarta : PT. Kompas Media Nusantara, hal 41
[2]Ibid, hal 67
[3]Ibid, hal 83
Review Posmodernisme
By : Triono Akhmad Munib
Posmodernisme terlahir dari beberapa teoritisi sosial yang sebenarnya masih berhubungan dekat dengan teori-teori kritis. Jika teori kritis mendapat sumbangsih dari kelompok filsuf Jerman yang bernama Frankfurt, posmodernisme banyak bersumber dari filsuf Perancis pasca perang yan gmenentang eksistensialisme yang dominan. Beberapa tokoh terkenal yang mempopulerkan posmodernisme adalah Michel Foucault (1926- 1984), Jacques Derrida (1930), Jean-Francois Lyotard, dan Jean Baudrillard.
Posmodernisme mulai masuk ke dalam kajian studi hubungan internasional pada tahun 1980. Teoritisi posmodern terkemuka di HI bernama Richard Ashley dan Robert B.J Walker. Upaya yang dilaikuakan oleh kaum posmodernis ialah : membuat ilmuwan sadar atas penjara konseptualnya (penjara konseptual bersumber dari modernitas itu sendiri, yang berusaha membawa kemajuan dan kehidupan lebih baik), membuang keraguan dalam kepercayaan modern bahwa ada pengetahuan obyektif atas fenomena sosial. Posmodern juga dijelaskan sebagai ‘ketidakpercayaan menuju metanaratif’. Metanaratif berarti pemikiran seperti neorealisme atau neoliberalisme yang menyatakan telah menemukan kebenaran tentang dunia sosial.
Genealogi dan Double Reading
Genealogi adalah suatu bentuk sejarah yang mengartikan atas hal-hal yang berada di luar sejarah, termasuk hal-hal atau pemikiran yang telah terkubur, tertutup, atau hilang dari pandangan dalam tulisan dan penciptaan sejarah. Genealogi menegaskan bahwa semua pengetahuan berada dalam waktu dan tempat tertentu serta muncul dari perspektif tertentu.
Membahas mengenai tekstual, Der Derian (1989 : 6) mengemukakan bahwa posmodernisme mengekpos ‘textual interplay behind power politics’. Tekstualitas ialah konsep khas dalam posmodernisme. Di dalam buku Of Grammatology (1974), Derrida meredefinisi teks yang sebenarnya berimplikasi pada keadaan dunia. Dia bahkan yakin akan keberadaan dunia nyata sebagai teks, mencantumkan pengalaman interpretatif. Tekstual ‘interplay’ dianggap sebagai pelengkap dan relasi konstitutif yang secara timbal balik menimbulkan adanya interaksi antar perbedaan interpretasi di dunia. Untuk mengujinya, digunakanlah strategi dekonstruktif dan pembacaan ganda. Tekstual yang berinteraksi secara dinamis mampu menghasilkan inter-tekstual di mana kajian hubungan internasional lebih dipandang sebagai studi multi perspektif. Semakin variatif pendekatan yang dipakai, semakin kompleks pula analisis yang dikontribusikan ke dalam diskursus hubungan internasional.
Walaupun bersifat alternatif, teori posmodern perlu dipertimbangkan sebagai analisis kritis dan emansipatoris dalam menanggapi isu yang dihasilkan dari teori tradisional tersebut. Contohnya saja, pandangan inter subyektif dari setiap manusia tentang pemanasan global. Pada umumnya, komunitas internasional percaya bahwa fenomena pemansan global merupakan dampak keserakahan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya yang ada. Padahal, justifikasi tersebut belum pasti mutlak secara alamiah, posmodernis menganggap bahwa dampak pemanasan global diciptakan dari maksud-maksud terselubung dari ‘propaganda’ kaum elite politik.
Posmodernisme memandang hakikat dalam hubungan internasional adalah gerakan emansipatoris yang menentang sebuah kemapanan yang telah memenjarakan mereka. Posmodernisme mengajak individu untuk berpikir lebih dalam lagi terhadap kebenaran yang mereka terima
Posmodernisme terlahir dari beberapa teoritisi sosial yang sebenarnya masih berhubungan dekat dengan teori-teori kritis. Jika teori kritis mendapat sumbangsih dari kelompok filsuf Jerman yang bernama Frankfurt, posmodernisme banyak bersumber dari filsuf Perancis pasca perang yan gmenentang eksistensialisme yang dominan. Beberapa tokoh terkenal yang mempopulerkan posmodernisme adalah Michel Foucault (1926- 1984), Jacques Derrida (1930), Jean-Francois Lyotard, dan Jean Baudrillard.
Posmodernisme mulai masuk ke dalam kajian studi hubungan internasional pada tahun 1980. Teoritisi posmodern terkemuka di HI bernama Richard Ashley dan Robert B.J Walker. Upaya yang dilaikuakan oleh kaum posmodernis ialah : membuat ilmuwan sadar atas penjara konseptualnya (penjara konseptual bersumber dari modernitas itu sendiri, yang berusaha membawa kemajuan dan kehidupan lebih baik), membuang keraguan dalam kepercayaan modern bahwa ada pengetahuan obyektif atas fenomena sosial. Posmodern juga dijelaskan sebagai ‘ketidakpercayaan menuju metanaratif’. Metanaratif berarti pemikiran seperti neorealisme atau neoliberalisme yang menyatakan telah menemukan kebenaran tentang dunia sosial.
Genealogi dan Double Reading
Genealogi adalah suatu bentuk sejarah yang mengartikan atas hal-hal yang berada di luar sejarah, termasuk hal-hal atau pemikiran yang telah terkubur, tertutup, atau hilang dari pandangan dalam tulisan dan penciptaan sejarah. Genealogi menegaskan bahwa semua pengetahuan berada dalam waktu dan tempat tertentu serta muncul dari perspektif tertentu.
Membahas mengenai tekstual, Der Derian (1989 : 6) mengemukakan bahwa posmodernisme mengekpos ‘textual interplay behind power politics’. Tekstualitas ialah konsep khas dalam posmodernisme. Di dalam buku Of Grammatology (1974), Derrida meredefinisi teks yang sebenarnya berimplikasi pada keadaan dunia. Dia bahkan yakin akan keberadaan dunia nyata sebagai teks, mencantumkan pengalaman interpretatif. Tekstual ‘interplay’ dianggap sebagai pelengkap dan relasi konstitutif yang secara timbal balik menimbulkan adanya interaksi antar perbedaan interpretasi di dunia. Untuk mengujinya, digunakanlah strategi dekonstruktif dan pembacaan ganda. Tekstual yang berinteraksi secara dinamis mampu menghasilkan inter-tekstual di mana kajian hubungan internasional lebih dipandang sebagai studi multi perspektif. Semakin variatif pendekatan yang dipakai, semakin kompleks pula analisis yang dikontribusikan ke dalam diskursus hubungan internasional.
Walaupun bersifat alternatif, teori posmodern perlu dipertimbangkan sebagai analisis kritis dan emansipatoris dalam menanggapi isu yang dihasilkan dari teori tradisional tersebut. Contohnya saja, pandangan inter subyektif dari setiap manusia tentang pemanasan global. Pada umumnya, komunitas internasional percaya bahwa fenomena pemansan global merupakan dampak keserakahan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya yang ada. Padahal, justifikasi tersebut belum pasti mutlak secara alamiah, posmodernis menganggap bahwa dampak pemanasan global diciptakan dari maksud-maksud terselubung dari ‘propaganda’ kaum elite politik.
Posmodernisme memandang hakikat dalam hubungan internasional adalah gerakan emansipatoris yang menentang sebuah kemapanan yang telah memenjarakan mereka. Posmodernisme mengajak individu untuk berpikir lebih dalam lagi terhadap kebenaran yang mereka terima
Saturday, 19 February 2011
Genghis Khan dan Terbentuknya Negara-Bangsa
By : Triono Akhmad Munib
“Dari permulaan yang biasa dan pasukan suku yang berjumlah kecil
dan sempat direndahkan serta dikecewakan. Kini, Genghis Khan menjadi
orang yang paling berpengaruh dan ditakuti di seluruk kawasan Asia”
Di atas merupakan sekilas cuplikan kesimpulan yang bisa diambil penulis setelah membaca dan menonton film biografi Genghis Khan. Namun, alangkah baiknya kita sedikit mengulas kembali siapa sebenarnya dia?. Dan cerita apa yang pernah ia bukukan dalam sejarah dunia?
Nama Genghis Khan sendiri sebenarnya adalah sebuah gelar yang diberikan kaum Mongol kepada seorang pemimpinnya. Genghis Khan bernama asli Temujin. Nama Temujin itu sendiri merupakan sebuah nama musuh yang pernah dikalahkan oleh ayahnya. Temujin lahir di tahun 1162 dan memiliki sebuah keanehan. Ia menggenggam sebuah gumpalan darah di telapak tangan kanannya yang konon menurut mitos, ia merupaka reinkarnasi seorang iblis yang kelak akan menaklukkan dunia. Suatu ketika, Temujin dikirim keluar suku untuk menemui Borte, seorang putri dari suku Onggirat yang akan dijodohkan dengannya. Tepat saat ia pulang dari menemui Borte, ia melihat ayahnya mendekati kematian. Ayahnya diracun oleh musuhnya. Sang ayah sempat menitipkan sebuah pesan kepada Temujin sebelum meninggal untuk balas dendam dan menghancurkan musuh ayahnya kelak. The story was begin from here…
Waktu terus berlalu dan kini sudah saatnya Temujin menggantikan ayahnya untuk memimpin sukunya. Temujin memiliki seorang saudara dekat yang bernama Jamuka. Bersama dengan Jamuka, ia berhasil merebut kembali hak kekuasaan atas sukunya dan menyatukan jazirah Mongol yang pernah didirikan oleh ayahnya dahulu. Perlahan-lahan kekuasaan Temujin pun menjadi semakin bersar. Ia berhasil menaklukkan suku-suku di sekitar jazirah Mongol dan menyatukannya menjadi sebuah Perserikatan Mongolia. Satu hal yang menarik di sini adalah Temujin selalu mempersunting putri dari ketua suku yang ditaklukannya. Sehingga dalam sebuah film biografinya disebutkan bahwa setidaknya jika populasi manusia dunia ini diteliti genetisnya akan diketemukan sifat genetis Temujin. Karena keberhasilannya membentuk Perserikatan Mongolia dan kharismanya sebagai seorang pemimpin inilah suku-suku yang tergabung dalam wilayah taklukannya memberinya gelar “Genghis Khan”.
Dalam sejarahnya, musuh terbesar Temujin adalah saudaranya dekatnya sendiri, yaitu Jamuka. Pernah suatu ketika terjadi perselisihan paham antara Temujin dan Jamuka sehingga berdampak pada keluarnya Jamuka dari kesatuan pasukan Temujin dan membentuk armada perang sendiri. Suatu ketika, Jamuka berniat menyerang Temujin dan hasilnya pasukan Jamuka berhasil memporak-porandakan pemukiman Temujin serta menculik istrinya, Borte. Dalam serang yang membabi buta tersebut, Temujin berhasil lolos. Namun, ia mendengar bahwa para jenderal perangnya tertangkap oleh pasukan Jamuka dan dibunuh dengan sangat sadis dengan merebus di tungku panas. Mendengar berita itu, Temujin sangat marah besar. Pada saat inilah bisa dikatakan menjadi titik balik kebangkitan pasukan perang Temujin. Ia bertekad dalam hatinya bahwa kelak pasukannya tidak akan direndahkan dan dikalahkan lagi. Temujin mulai membentuk armada perang kembali. Latihan dan perekrutan pun terus dilakukan. Tampaknya, kali ini Temujin benar-benar ingin mewujudkan tekadnya. Ia terus membenahi strategi perangnya.
Tiba saatnya waktu yang telah ditentukan untuk balas dendam kepada Jamuka. Kali ini, pasukan Temujin lebih terogranisir dan siap untuk berperang. Setibanya di bukit stepa pasukan Jamukan pun datang. Jamuka sempat terperangah melihat kesiapan pasukan Temujin dari kejauhan. Semuanya berubah. Semua tampak dipersiapkan dengan matang dan teliti. Perang pun dimulai, pasukan Jamuka kewalahan menghadapi kuatnya pertahanan pasukan Temujin. Dan akhirnya, Temujin memenangkan pertempuran kali ini. Melihat pasukannya kalah, Jamuka melarikan diri. Tetapi pada akhirnya tertangkap oleh pasukan Temujin. Jamuka menyerahkan diri kepada Temujin. Temujin tidak ingin membunuh Jamuka, malah ia ingin Jamuka bergabung dengannya lagi. Namun, Jamuka merasa malu akan pengkhianatannya dahulu. Ia memilih mati tetapi tidak ingin ada pertumpahan darah. Dan ia memilih mati dengan menyuruh pasukan Temujin mematahkan tulang punggungnya. Dan kini jazirah Mongol berada di tangan Temujin.
Berangkat dari kesuksesannya, Temujin berniat meluaskan wilayahnya. Dan kali ini, ia ingin merebut wilayah Cina Utara (Beijing). Waktu perburuan telah tiba, ia dan ribuan pasukannya berangkat menuju ke sana. Sesampainya diperbatasan, Temujin terkejut. Ternyata wilayah Cina Utara yang dikuasai suku Jurchen memiliki peradaban yang jauh lebih unggul. Daerahnya, dikelilingi oleh tembok besar. Tampaknya sistem pertahanan mereka jauh lebih modern. Bagi seorang Temujin dan pasukannya yang biasanya bertempur di padang stepa atau gurun. Kali ini, dihadapkan dengan sistem pertahanan tembok. Situasi ini sempat membuat Temujin bingung. Namun, ia tak kurang akal. Ia melihat bahwa ada satu pintu gerbang untuk bisa masuk ke dalam. Dan daerah perabatasan ini merupakan jalur suplai segala kebutuhan di sana. Maka, strategi yang dipakai Temujin adalah menunggu dan mencegat serta menjarah pasokan kebutuhan yang akan dikirim ke sana. Hasilnya cukup ekstrim. Rakyat dan pasukan perang didalamnya tidak bisa makan dan akhirnya satu persatu mati kelaparan. Bahkan saking laparnya mereka menjadi seorang kanibal. Mereka satu bunuh dan memakan satu sama lain. Temujin, berhasil mengubah wilayah Cina Utara yang dikelilingi tembok menjadi sebuah penjara.
Merasa kekuatan musuh sudah berkurang. Temujin pun memutuskan pasukannya untuk bergerak mendekati tembok. Perang pun pecah. Kedua pasukan menyerang secara membabi buta. Walaupun menang dalam jumlah pasukan. Namun, dari segi persenjataan pasukan Temujin jauh kalah. Pasukan Cina Utara memilik peralatan yang lebih canggih. Bahkan, mereka pun sudah menggunakan bom. Tetapi itu semua tidak membuat Temujin gentar. Ia menyuruh pasukannya memanjat tembok dan terus mendobrak pintu masuk. Hasilnya, peperangan pun dimenangkan pasukan Temujin. Wilayah kekuasaan Temujin menjadi semakin luas, kali ini wilayah Cina Utara menjadi taklukannya dan menggabungkannya ke dalam Perserikatan Mongolia. Ia pun juga melirik Karakorum sebuah wilayah di Mongolia Tengah. Namun, tujuan penaklukkannya kali ini. Genghis Khan mengubah Karakorum menjadi sebuah wilayah yang pusat perdagangan dan budaya. Dari sinilah terbesut pemikiran menjadikan Karakorum sebuah ibukota permanen untuk Perserikatan Mongolia.
Temujin bukan saja seorang pemimpin yang haus darah. Namun, ia juga pemimpin yang haus wilayah kekuasaan. Melihat keberhasilan menaklukkan Cina Utara. Ia pun melirik ke wilayah Barat dan jatuh kepada Persia. Tetapi kali ini, Temujin ingin menjalin hubungan dagang dengan Persia. Ia pun mengutus duta besarnya untuk berdialog dengan pemimpin Persia tetapi duta besar Temujin malah dibunuh. Dan yang membuat Temujin sangat marah adalah potongan kepala duta besarnya dikirim kembali kepadanya. Temujin murka dan merasa diinjak-injak harga dirinya. Ia pun memutuskan menyerang Persia.
Genghis Khan dan dua ratus ribu pasukannya memutuskan untuk berangkat menyerbu Persia. Menurut sejarah, penyerbuan ke Persia inilah merupakan sebuah peperangan yang sangat kejam. Temujin memerintahkan setiap kota di Persia yang tidak mau menyerah akan dibumihanguskan. Lebih dari satu juta penduduk tewas. Dan ia pun berhasil menaklukkan Persia. Genghis Khan pun ingin terus mengekspansi kekuasannya. Dan ia terus bergerak ke Barat sampai pada Moskow (Rusia). Sejarah menjacatat inilah pertama kalinya Genghis Khan mendarat di Benua Eropa. Kali ini kekuasannya melebihi empat kali kekuasaaan Alexander Agung dan dua kali Kekaisaran Roma. Genghis Khan pun ingin terus mengekspansi wilayahnya. Namun, karena kondisi fisiknya yang sudah tua dan lemah. Pada suatu ketika, pada saat perjalanan untuk operasi penaklukkan. Genghis Khan terjatuh dari kudanya. Dan itulah akhir dari hidup seorang Genghis Khan. Sampai saat ini misteri kuburan Genghis Khan masih belum diketemukan. Konon, orang-orang yang mengantarkan jenazah Genghis Khan dibunuh satu per satu oleh orang terdekat Genghis Khan sebelum akhirnya ia pun bunuh diri. Sampai saat ini tak ada satu pun yang tahu misteri kuburan Genghis Khan
Sebelum meninggal ia sempat berpesan kepada putra tertuanya, yaitu Ogodei untuk terus melakukan ekspansi. Namun, Ogodei tak sehebat sang ayah. Ia pun tak berhasil menaklukkan keseluruhan Benua Eropa. Wilayah kekaisaran Mongol pun mulai pecah satu persatu dan mencatat sejarahnya.
Terbentuknya Negara-Bangsa
Dari rangkuman kisah Genghis Khan di atas, kita bisa mengambil sebuah hikmah yaitu tentang terbentuknya sebuah bangsa dan negara. Jika menurut Ernest Renan, seorang filsuf berkebangsaan Perancis berpendapat bahwa hakikat sebuah bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama dengan perasaan kesetiakawanan yang agung. Ataupun menurut John Locke, seorang filsuf berkebangsaan Inggris yang mengatakan bahwa negara terbentuk oleh karena adanya sebuah perjanjian bersama. Jika kita benturkan dengan fenomena Genghis Khan di atas, menurut penulis kedua pendapat filsuf kurang bisa menjelaskan. Menurut penulis, Genghis Khan membentuk sebuah bangsa yang bernama bangsa Mongol justru dari penaklukan berbagai suku-suku yang berbeda. Dan bukan karena kesadaran suku-suku tersebut untuk membentuk sebuah entitas Mongol. Genghis Khan, menurut penulis di sini menyebut bangsa Mongol kepada setiap masyarakat sejauh mereka hidup di wilayah kekuasaannya. Di sini lah yang menarik bahwa apa yang dikatakan Ernest Renan tentang keinginan bersama membentuk sebuah bangsa menjadi tidak relevan dalam kasus Genghis Khan ini. Sebuah entitas Mongol terbentuk dalam kasus Genghis Khan, menurut penulis merupakan sebuah paksaan dan bisa dikatakan sebuah “bonus” bagi mereka yang ditaklukkan Genghis Khan yaitu menyadang status entitas Mongol. Sekali lagi penulis ingin menekankan tidak ada unsur kesukarelaan di sini. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini
Gambar 1 menjelaskan bahwa Genghis Khan sebelum membentuk sebuah Perserikatan Mongolia. Genghis Khan pertama menaklukkan suku-suku. Setelah suku-suku tersebut berhasil ditundukkan beserta dengan wilayahnya. Tahap berikutnya, Genghis Khan menggabungkan wilayah taklukannya dengan membentuk sebuah Perserikatan Mongolia. Genghis Khan tak mempedulikan keberagaman suku-suku tersebut sejauh mereka tinggal di wilayah taklukannya dan tergabung dalam Perserikatan Mongolia. Mereka adalah warga dari Genghis Khan. Inilah yang menurut penulis konsep negara yang dimaksud Genghis Khan
Kemudian beralih kepada gambar nomor 2. Genghis Khan pun juga memberikan sebuah entitas Mongol kepada suku-suku dan wilayah yang tergabung dengan Perserikatan Mongolia. Di saat bersamaan, wilayah yang berhasil ditaklukkan Genghis Khan bergabung dengan Perserikatan Mongolia, mereka yang tinggal didalamnya pun melekat sebagai entitas Mongol. Walaupun memang terdiri berbagai macam suku di dalamnya. Namun, menurut penulis konsep bangsa Mongol yang dimaksud Genghis Khan di sini adalah sejauh suku-suku tersebut tinggal di wilayah Perserikatan Mongolia. Mereka adalah bangsa Mongol
Terbentuknya sebuah negara-bangsa dalam kasus Genghis Khan ini pun cukup menarik. Genghis Khan membentuk sebuah Perserikatan Mongolia atas seluruh wilayah kekuasaannya. Jika kita lihat di sini, pemikiran tentang cikal-bakal negara modern sempat dipikirkan Genghis Khan. Ia pun sempat mengubah salah satu wilayah taklukannya, yaitu Karakorum (Mongolia Tengah) menjadi pusat perdagangan dan budaya serta menjadikannya sebagai ibu kota permanen. Ia pun juga membuat pos-pos penjagaan di perbatasan dan memiliki seorang utusan (duta) yang di era saat ini disebut dengan Duta Besar.
Itulah sekilas tanggapan penulis tentang bagaiman sebuah bangsa terbentuk dan dibentuk dalam kasus Genghis Khan di atas. Dari review film dan analisa konsep terbentuknya sebuah negara-bangsa. Penulis bisa membuat sebuah pengertian negara-bangsa menurut Genghis Khan bahwa kumpulan dari masyarakat yang hidup di suatu kawasan yang sama dan di bawah satu naungan kepempimpinan, terlepas dari mereka yang berlainan suku
“Dari permulaan yang biasa dan pasukan suku yang berjumlah kecil
dan sempat direndahkan serta dikecewakan. Kini, Genghis Khan menjadi
orang yang paling berpengaruh dan ditakuti di seluruk kawasan Asia”
Di atas merupakan sekilas cuplikan kesimpulan yang bisa diambil penulis setelah membaca dan menonton film biografi Genghis Khan. Namun, alangkah baiknya kita sedikit mengulas kembali siapa sebenarnya dia?. Dan cerita apa yang pernah ia bukukan dalam sejarah dunia?
Nama Genghis Khan sendiri sebenarnya adalah sebuah gelar yang diberikan kaum Mongol kepada seorang pemimpinnya. Genghis Khan bernama asli Temujin. Nama Temujin itu sendiri merupakan sebuah nama musuh yang pernah dikalahkan oleh ayahnya. Temujin lahir di tahun 1162 dan memiliki sebuah keanehan. Ia menggenggam sebuah gumpalan darah di telapak tangan kanannya yang konon menurut mitos, ia merupaka reinkarnasi seorang iblis yang kelak akan menaklukkan dunia. Suatu ketika, Temujin dikirim keluar suku untuk menemui Borte, seorang putri dari suku Onggirat yang akan dijodohkan dengannya. Tepat saat ia pulang dari menemui Borte, ia melihat ayahnya mendekati kematian. Ayahnya diracun oleh musuhnya. Sang ayah sempat menitipkan sebuah pesan kepada Temujin sebelum meninggal untuk balas dendam dan menghancurkan musuh ayahnya kelak. The story was begin from here…
Waktu terus berlalu dan kini sudah saatnya Temujin menggantikan ayahnya untuk memimpin sukunya. Temujin memiliki seorang saudara dekat yang bernama Jamuka. Bersama dengan Jamuka, ia berhasil merebut kembali hak kekuasaan atas sukunya dan menyatukan jazirah Mongol yang pernah didirikan oleh ayahnya dahulu. Perlahan-lahan kekuasaan Temujin pun menjadi semakin bersar. Ia berhasil menaklukkan suku-suku di sekitar jazirah Mongol dan menyatukannya menjadi sebuah Perserikatan Mongolia. Satu hal yang menarik di sini adalah Temujin selalu mempersunting putri dari ketua suku yang ditaklukannya. Sehingga dalam sebuah film biografinya disebutkan bahwa setidaknya jika populasi manusia dunia ini diteliti genetisnya akan diketemukan sifat genetis Temujin. Karena keberhasilannya membentuk Perserikatan Mongolia dan kharismanya sebagai seorang pemimpin inilah suku-suku yang tergabung dalam wilayah taklukannya memberinya gelar “Genghis Khan”.
Dalam sejarahnya, musuh terbesar Temujin adalah saudaranya dekatnya sendiri, yaitu Jamuka. Pernah suatu ketika terjadi perselisihan paham antara Temujin dan Jamuka sehingga berdampak pada keluarnya Jamuka dari kesatuan pasukan Temujin dan membentuk armada perang sendiri. Suatu ketika, Jamuka berniat menyerang Temujin dan hasilnya pasukan Jamuka berhasil memporak-porandakan pemukiman Temujin serta menculik istrinya, Borte. Dalam serang yang membabi buta tersebut, Temujin berhasil lolos. Namun, ia mendengar bahwa para jenderal perangnya tertangkap oleh pasukan Jamuka dan dibunuh dengan sangat sadis dengan merebus di tungku panas. Mendengar berita itu, Temujin sangat marah besar. Pada saat inilah bisa dikatakan menjadi titik balik kebangkitan pasukan perang Temujin. Ia bertekad dalam hatinya bahwa kelak pasukannya tidak akan direndahkan dan dikalahkan lagi. Temujin mulai membentuk armada perang kembali. Latihan dan perekrutan pun terus dilakukan. Tampaknya, kali ini Temujin benar-benar ingin mewujudkan tekadnya. Ia terus membenahi strategi perangnya.
Tiba saatnya waktu yang telah ditentukan untuk balas dendam kepada Jamuka. Kali ini, pasukan Temujin lebih terogranisir dan siap untuk berperang. Setibanya di bukit stepa pasukan Jamukan pun datang. Jamuka sempat terperangah melihat kesiapan pasukan Temujin dari kejauhan. Semuanya berubah. Semua tampak dipersiapkan dengan matang dan teliti. Perang pun dimulai, pasukan Jamuka kewalahan menghadapi kuatnya pertahanan pasukan Temujin. Dan akhirnya, Temujin memenangkan pertempuran kali ini. Melihat pasukannya kalah, Jamuka melarikan diri. Tetapi pada akhirnya tertangkap oleh pasukan Temujin. Jamuka menyerahkan diri kepada Temujin. Temujin tidak ingin membunuh Jamuka, malah ia ingin Jamuka bergabung dengannya lagi. Namun, Jamuka merasa malu akan pengkhianatannya dahulu. Ia memilih mati tetapi tidak ingin ada pertumpahan darah. Dan ia memilih mati dengan menyuruh pasukan Temujin mematahkan tulang punggungnya. Dan kini jazirah Mongol berada di tangan Temujin.
Berangkat dari kesuksesannya, Temujin berniat meluaskan wilayahnya. Dan kali ini, ia ingin merebut wilayah Cina Utara (Beijing). Waktu perburuan telah tiba, ia dan ribuan pasukannya berangkat menuju ke sana. Sesampainya diperbatasan, Temujin terkejut. Ternyata wilayah Cina Utara yang dikuasai suku Jurchen memiliki peradaban yang jauh lebih unggul. Daerahnya, dikelilingi oleh tembok besar. Tampaknya sistem pertahanan mereka jauh lebih modern. Bagi seorang Temujin dan pasukannya yang biasanya bertempur di padang stepa atau gurun. Kali ini, dihadapkan dengan sistem pertahanan tembok. Situasi ini sempat membuat Temujin bingung. Namun, ia tak kurang akal. Ia melihat bahwa ada satu pintu gerbang untuk bisa masuk ke dalam. Dan daerah perabatasan ini merupakan jalur suplai segala kebutuhan di sana. Maka, strategi yang dipakai Temujin adalah menunggu dan mencegat serta menjarah pasokan kebutuhan yang akan dikirim ke sana. Hasilnya cukup ekstrim. Rakyat dan pasukan perang didalamnya tidak bisa makan dan akhirnya satu persatu mati kelaparan. Bahkan saking laparnya mereka menjadi seorang kanibal. Mereka satu bunuh dan memakan satu sama lain. Temujin, berhasil mengubah wilayah Cina Utara yang dikelilingi tembok menjadi sebuah penjara.
Merasa kekuatan musuh sudah berkurang. Temujin pun memutuskan pasukannya untuk bergerak mendekati tembok. Perang pun pecah. Kedua pasukan menyerang secara membabi buta. Walaupun menang dalam jumlah pasukan. Namun, dari segi persenjataan pasukan Temujin jauh kalah. Pasukan Cina Utara memilik peralatan yang lebih canggih. Bahkan, mereka pun sudah menggunakan bom. Tetapi itu semua tidak membuat Temujin gentar. Ia menyuruh pasukannya memanjat tembok dan terus mendobrak pintu masuk. Hasilnya, peperangan pun dimenangkan pasukan Temujin. Wilayah kekuasaan Temujin menjadi semakin luas, kali ini wilayah Cina Utara menjadi taklukannya dan menggabungkannya ke dalam Perserikatan Mongolia. Ia pun juga melirik Karakorum sebuah wilayah di Mongolia Tengah. Namun, tujuan penaklukkannya kali ini. Genghis Khan mengubah Karakorum menjadi sebuah wilayah yang pusat perdagangan dan budaya. Dari sinilah terbesut pemikiran menjadikan Karakorum sebuah ibukota permanen untuk Perserikatan Mongolia.
Temujin bukan saja seorang pemimpin yang haus darah. Namun, ia juga pemimpin yang haus wilayah kekuasaan. Melihat keberhasilan menaklukkan Cina Utara. Ia pun melirik ke wilayah Barat dan jatuh kepada Persia. Tetapi kali ini, Temujin ingin menjalin hubungan dagang dengan Persia. Ia pun mengutus duta besarnya untuk berdialog dengan pemimpin Persia tetapi duta besar Temujin malah dibunuh. Dan yang membuat Temujin sangat marah adalah potongan kepala duta besarnya dikirim kembali kepadanya. Temujin murka dan merasa diinjak-injak harga dirinya. Ia pun memutuskan menyerang Persia.
Genghis Khan dan dua ratus ribu pasukannya memutuskan untuk berangkat menyerbu Persia. Menurut sejarah, penyerbuan ke Persia inilah merupakan sebuah peperangan yang sangat kejam. Temujin memerintahkan setiap kota di Persia yang tidak mau menyerah akan dibumihanguskan. Lebih dari satu juta penduduk tewas. Dan ia pun berhasil menaklukkan Persia. Genghis Khan pun ingin terus mengekspansi kekuasannya. Dan ia terus bergerak ke Barat sampai pada Moskow (Rusia). Sejarah menjacatat inilah pertama kalinya Genghis Khan mendarat di Benua Eropa. Kali ini kekuasannya melebihi empat kali kekuasaaan Alexander Agung dan dua kali Kekaisaran Roma. Genghis Khan pun ingin terus mengekspansi wilayahnya. Namun, karena kondisi fisiknya yang sudah tua dan lemah. Pada suatu ketika, pada saat perjalanan untuk operasi penaklukkan. Genghis Khan terjatuh dari kudanya. Dan itulah akhir dari hidup seorang Genghis Khan. Sampai saat ini misteri kuburan Genghis Khan masih belum diketemukan. Konon, orang-orang yang mengantarkan jenazah Genghis Khan dibunuh satu per satu oleh orang terdekat Genghis Khan sebelum akhirnya ia pun bunuh diri. Sampai saat ini tak ada satu pun yang tahu misteri kuburan Genghis Khan
Sebelum meninggal ia sempat berpesan kepada putra tertuanya, yaitu Ogodei untuk terus melakukan ekspansi. Namun, Ogodei tak sehebat sang ayah. Ia pun tak berhasil menaklukkan keseluruhan Benua Eropa. Wilayah kekaisaran Mongol pun mulai pecah satu persatu dan mencatat sejarahnya.
Terbentuknya Negara-Bangsa
Dari rangkuman kisah Genghis Khan di atas, kita bisa mengambil sebuah hikmah yaitu tentang terbentuknya sebuah bangsa dan negara. Jika menurut Ernest Renan, seorang filsuf berkebangsaan Perancis berpendapat bahwa hakikat sebuah bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama dengan perasaan kesetiakawanan yang agung. Ataupun menurut John Locke, seorang filsuf berkebangsaan Inggris yang mengatakan bahwa negara terbentuk oleh karena adanya sebuah perjanjian bersama. Jika kita benturkan dengan fenomena Genghis Khan di atas, menurut penulis kedua pendapat filsuf kurang bisa menjelaskan. Menurut penulis, Genghis Khan membentuk sebuah bangsa yang bernama bangsa Mongol justru dari penaklukan berbagai suku-suku yang berbeda. Dan bukan karena kesadaran suku-suku tersebut untuk membentuk sebuah entitas Mongol. Genghis Khan, menurut penulis di sini menyebut bangsa Mongol kepada setiap masyarakat sejauh mereka hidup di wilayah kekuasaannya. Di sini lah yang menarik bahwa apa yang dikatakan Ernest Renan tentang keinginan bersama membentuk sebuah bangsa menjadi tidak relevan dalam kasus Genghis Khan ini. Sebuah entitas Mongol terbentuk dalam kasus Genghis Khan, menurut penulis merupakan sebuah paksaan dan bisa dikatakan sebuah “bonus” bagi mereka yang ditaklukkan Genghis Khan yaitu menyadang status entitas Mongol. Sekali lagi penulis ingin menekankan tidak ada unsur kesukarelaan di sini. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini
Gambar 1 menjelaskan bahwa Genghis Khan sebelum membentuk sebuah Perserikatan Mongolia. Genghis Khan pertama menaklukkan suku-suku. Setelah suku-suku tersebut berhasil ditundukkan beserta dengan wilayahnya. Tahap berikutnya, Genghis Khan menggabungkan wilayah taklukannya dengan membentuk sebuah Perserikatan Mongolia. Genghis Khan tak mempedulikan keberagaman suku-suku tersebut sejauh mereka tinggal di wilayah taklukannya dan tergabung dalam Perserikatan Mongolia. Mereka adalah warga dari Genghis Khan. Inilah yang menurut penulis konsep negara yang dimaksud Genghis Khan
Kemudian beralih kepada gambar nomor 2. Genghis Khan pun juga memberikan sebuah entitas Mongol kepada suku-suku dan wilayah yang tergabung dengan Perserikatan Mongolia. Di saat bersamaan, wilayah yang berhasil ditaklukkan Genghis Khan bergabung dengan Perserikatan Mongolia, mereka yang tinggal didalamnya pun melekat sebagai entitas Mongol. Walaupun memang terdiri berbagai macam suku di dalamnya. Namun, menurut penulis konsep bangsa Mongol yang dimaksud Genghis Khan di sini adalah sejauh suku-suku tersebut tinggal di wilayah Perserikatan Mongolia. Mereka adalah bangsa Mongol
Terbentuknya sebuah negara-bangsa dalam kasus Genghis Khan ini pun cukup menarik. Genghis Khan membentuk sebuah Perserikatan Mongolia atas seluruh wilayah kekuasaannya. Jika kita lihat di sini, pemikiran tentang cikal-bakal negara modern sempat dipikirkan Genghis Khan. Ia pun sempat mengubah salah satu wilayah taklukannya, yaitu Karakorum (Mongolia Tengah) menjadi pusat perdagangan dan budaya serta menjadikannya sebagai ibu kota permanen. Ia pun juga membuat pos-pos penjagaan di perbatasan dan memiliki seorang utusan (duta) yang di era saat ini disebut dengan Duta Besar.
Itulah sekilas tanggapan penulis tentang bagaiman sebuah bangsa terbentuk dan dibentuk dalam kasus Genghis Khan di atas. Dari review film dan analisa konsep terbentuknya sebuah negara-bangsa. Penulis bisa membuat sebuah pengertian negara-bangsa menurut Genghis Khan bahwa kumpulan dari masyarakat yang hidup di suatu kawasan yang sama dan di bawah satu naungan kepempimpinan, terlepas dari mereka yang berlainan suku
Subscribe to:
Posts (Atom)









